Showing posts with label Gresik. Show all posts
Showing posts with label Gresik. Show all posts

Eksplore Gresik - Part II : Bukit Kapur Sekapuk


Dari Bukit Jamur menuju ke Bukit Kapur Sekapuk hanya butuh waktu sekitar 15 – 20 menit atau sekitar 15 km.  Tinggal lurus aja mengikuti arah menuju Pantai Delegan sampai menemukan pertigaan, di sebelah kanan ada pasar dengan gapura desa Sekapuk. Masuk terus ke gapura tersebut sampai terlihat Bukit Kapur di sebelah kiri jalan. Saat kami kesana jalan menuju area Bukit Kapur dipalang dengan besi. Setelah minta ijin ke warga di sana kami pun masuk ke area tersebut dengan merunduk.


Berada di tempat ini rasanya hampir mirip dengan tambang kapur di bukit Jeddih, Madura karena warna dasar dari kapurnya juga berwarna putih. Yang tampak berbeda adalah bekas tambang kapur yang berbentuk balok-balok besar yang menjadi khas tempat ini. Saat kami kesana bukit kapur ini tampak sepi lengang tak ada orang atau kendaraan yang berlalu lalang kecuali kami. Mungkin karena hari Minggu jadi semua aktivitas libur. Selain itu tempat ini cukup adem dari pada bukit kapur yang lain, terutama suhunya beda jauh dengan Bukit Jamur.


Penampakan Goa bekas tambang dari luar
Di dalam goa bekas tambang




Bagian pertama yang kami eksplore ada bagian  dari sisi kanan dari bukit ini. Di sana terdapat semacam goa dengan dinding yang berbentuk potongan balok-balok. Dari luar goa tersebut tampak gelap menyeramkan, namun saat masuk lebih dalam ternyata tak segelap dari luar karena masih ada cahaya yang menembus ke dalam. Dari bagian atas terdengar bunyi seperti dinding yang di palu, mungkin ada seorang penambang yang sedang bekerja namun tak tampak oleh kami. Saat melihat di sekeliling dinding, tampak ada begitu banyak coret-coretan, entah pengunjung yang mencorat-coret atau para penambang di sana karena di bagian langit-langit juga ada.


Selesai di bagian kanan kami beranjak menuju sisi kiri dari tambang ini. Sebenarnya bagian kiri dari bukit kapur ini lebih bagus karena bekas tambangnya lebih halus, berwarna putih dan bentuk balok-baloknya lebih jelas. Sayang saya tidak bisa mendekat ke tempat tersebut karena teman-teman yang lain sudah kecapekan dan ingin cepat-cepat pulang jadi tidak ada gambar yang bisa saya ambil dengan baik. (hikssss rada sedih sih). Dengan kesepakatan bersama kami pun akhirnya langsung balik ke Surabaya. Mungkin jika ada kesempatan lain, saya akan mendatangi tempat ini sekali lagi.


(24 Mei 2015)


QUOTES:
BERGAULAH DENGAN SEMUA ORANG KARENA DALAM PERGAULANMU TERDAPAT 2 HAL
REJEKIMU DAN JODOHMU

Eksplore Gresik - Part I : Bukit Jamur


Setelah beberapa hari galau harus memilih kemana weekend ini saking banyaknya pilihan, akhirnya saya memutuskan ikut trip Dewa-Dewi yang di “gawangi” oleh Mas Ardjuna untuk eksplore bukit jamur dan bukit kapur Gresik. Jam 07.00 saya menuju mepo di KBS (Kebun Binatang Surabaya). Sambil menunggu yang lain saya menyempatkan diri untuk mengambil foto patung Sura dan Baya yang menjadi icon Surabaya.

Jam 8 lewat kami menuju ke Gresik, perjalanan yang seharusnya hanya 1 jam molor jadi 2 jam karena rombongan kami sempat terpisah dipersimpangan jadi harus menunggu satu sama lain. Kami tiba di bukit jamur sekitar jam 10 dan udara mendadak berubah menjadi sangat panas. Ternyata betul kata teman saya, tempat ini sangat panas suhunya bahkan mencapai 37 derajat. Jadi jika ingin ke tempat ini sebaiknya datang pagi-pagi sebelum matahari terik atau sore hari saat matahari mulai terbenam.





Dari jauh Bukit Jamur yang merupakan bekas penambangan di kecamatan Bungah, Gresik  ini tampak seperti perkampungan Smurf yang berbeda warna. Jika perkampungan Smurf berwarna biru, bukit jamur ini berwarna coklat. Saya juga penasaran bagaimana kisahnya sehingga bekas tambang tersebut meninggalkan sisa-sisa yang bentuknya persis seperti jamur. Setelah membaca dari beberapa sumber, ternyata hal itu disebabkan karena bagian bawah lebih rapuh di bandingkan bagian atas sehingga bagian bahwa lebih cepat terkikis dan meninggalkan bekas berbentuk jamur. Fenomena alam ini bisanya disebut “Mushroom Rock” sama seperti yang ada di sebuah pantai di Taiwan.




Untuk masuk ke tempat ini hanya perlu membayar uang parkir sebesar 3ribu rupiah untuk motor dan 10ribu rupiah untuk mobil. Tempat ini merupakan lahan milik perorangan, maka hingga saat ini hanya di buka pada hari Minggu untuk umum. Karena pada hari biasa di tempat ini ada aktivitas penambangan. Jika tidak tahan dengan panasnya, kita bisa menyewa payung yang di sediakan oleh warga di sana. Tidak terlalu banyak hal yang bisa dilakukan di tempat ini, selain berfoto dengan latar belakang bukit jamur. Panasnya yang pake sangat membuat kami tidak betah berlama-lama ditempat ini. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Bukit Kapur Sekapuk.



(24 Mei 2015)
Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

footer logo