Showing posts with label Surabaya. Show all posts
Showing posts with label Surabaya. Show all posts

NONGKRONG SMART DI PERPUSTAKAAN KOTA SURABAYA

Gedung Perpustakaan
Dari judulnya aja pasti sudah tau artikel ini mau bahas apa. Ya, hanya ingin bisikin bocoran kalo selain mall, kafe, dan warkop, di Surabaya juga ada tempat nongkrong yang seru dan sukur-sukur bisa bikin otak lebih smart. Btw, hapus dulu paradigma lama kalo perpustakaan hanya untuk anak cupu dan yang kurang gaul. Coba terus baca sampe titik terakhir, dan temukan perbedaannya.
Twin Sabrina - Sandra (Workmate)
Perpustakaan Kota Surabaya yang saya maksud ini terletak di jalan Gubernur Suryo tepatnya di gedung Balai Pemuda yang merupakan bekas gedung Bioskop Mitra. Masih belum tau juga?? Pernah lewat air mancur yang dekat bambu runcing dan delta plaza?? Nah kalo dari arah Tunjungan Plaza letak balai Pemuda ini di sebelah kiri jalan sebelum air mancur itu.Masih belum tau juga?? Ya sudah pake GPS aja.
Anak-anak yang sedang latihan menari
Karena gedung ini juga difungsikan sebagai Balai Budaya, maka jangan kaget kalau pas kesana ada bermacam-macam orangbaik WNI atau WNA; mulai dari muda sampai tua.Terutama di sore hari pada weekdays atau saat weekend tempat ini lumayan ramai. Di hari-hari tertentu akan ada sekumpulan anak SD yang sedang berlatih drama, tarian jawa, tarian modern dan tarian lainnya. Jadi gak perlu heran kalo perpustakaan ini tak sesunyi perpustakaan pada umumnya.







Masuk ke perpustakaan, mata kalian akan terpesona dengan pengaturan ruangan yang begitu cozy. Jangan bayangkan perpustakan dengan cahaya temaram dengan aroma angkerkayak di pilem-pilem, Big No. Tempat ini sangat have fun, cahayanya diatur sedemikian rupa sehingga cocok untuk membaca buku dalam waktu yang lama. Sebelum memulai menjelajah setiap sudut perpustakan ini, kalian harus mengisi buku tamu dan menitipkan tas pada loker yang tersedia. Disini tak akan kalian temukan kursi kayu atau besi yang dingin dan berdebu seperti perpustakaan lainnya. Tetapi yang ada justru sofa berwarna biru yang selalu siap diduduki dengan nyaman.Kalau gak biasa duduk di sofa, kalian juga bisa lesehan di beberapa spot yang ada karpetnya.





Selain karena bisa membaca buku gratis, hal yang selalu menarik saya ke tempat ini tentu saja karena wifi gratisnya. Hahahah harap maklum, saya sukanya gratisan pokoknya gak nyolong aja kan. Kalo ada yang gratis kenapa harus nyari yang bayar?? (ala iklan obat nyamuk). Kalau gak bawa laptop sendiri, tenang aja disini sudah tersedia 8 unit komputer yang bisa kamu gunakan secara gratis juga. Nah loh kurang apa lagi coba?
Children Library Room
Disini juga ada area khusus untuk anak-anak namanya “Children Library Room”, bagi orang tua yang sudah punya anak, yakin deh anaknya juga senang nongkrong disini. Selain ada banyak buku dengan gambar-gambar menarik, dinding-dindingnya pun diberi gambar warna-warni sehingga bikin anak betah lama-lama disini. Kalo anaknya belum bisa baca, tenang sebelahnya "Children Library Room" ada "Children Play Land". Dari merknya udah tau kan ini tempat bermain. Yuhu disini ada 3 unit komputer yang sudah di design khusus untuk anak kecil. Gak pernah liat sih isi komputernya apa, tapi sepertinya permainan anak kecil gitu.
Koleksi bukunya gimana? Kalo masalah koleksi buku mungkin memang belum terlalu lengkap, maklum perpustakaan ini kan masih dalam proses pengembangan. Tapi paling enggak buku disini tidak akan habis kalian baca selama 5 tahun kedepan. Mau buku pelajaran, buku motivasi, buku rohani, buku kompter dan teknologi, buku bisnis, sampai ke novel dan komik ada disini. Kalau mau tau yang lebih detail monggo mampir aja.

Terus kalau mau minjam buku gimana? Gampang, buku disini boleh kamu pinjam dengan gratis kok.Kalo kamu warga Surabaya dengan KTP Surabaya hanya perlu menunjukkan KTP atau kartu Pelajar untuk membuat kartu anggota.Tapi kalo kamu warga Surabaya dengan KTP di luar Surabaya, kamu perlu menitipkan uang sebesar 100ribu sebagai jaminan selama menjadi anggota. Nanti kalo sudah gak mau jadi anggota lagi, duitnya pasti akan dikembalikan. Kalo sudah punya Kartu Anggota kamu bebas meminjam buku apa saja maksimal 2 buku selama 1 minggu lamanya. Jika melewati batas waktu peminjaman, maka kamu wajib membayar denda sebesar 500 rupiah aja per bukunya.


Front office tempat meminjam buku
Gimana? Masih gak kepengen nyoba wisata otak disini? Hahaa sudahlah, mungkin selera anda berbeda dengan selera saya.Sekian berita hari ini, semoga hari anda menyenangkan. Btw tulisan ini sengaja dibuat supaya si papanya razi tahu dimana harus mencari saya kalo gak ada di kost.

City Tour : Eksplore Surabaya - Tugu Pahlawan & Kenjeran

Salah Satu Icon Surabaya

Minggu ini saya kedatangan tamu terhormat yang merupakan teman dari jaman SMA dari Jakarta, call her : Indri. Jauh-jauh hari dia sudah info bakalan ke Surabaya dan meminta untuk diajak berkeliling, so tawaran-tawaran untuk ngetrip ke beberapa tempat saya tolak demi menjadi guide sehari. Setelah menjemput ke stasiun Gubeng jam 3 dini hari, kami beristirahat sejenak menunggu mentari terbit. Jam 9 pagi kami kemudian bersiap-siap menuju Tugu Pahlawan. Datang ke kota Surabaya dengan julukan Kota Pahlawan rasanya gak afdol kalo gak mendatangi Tugu Pahlawan ini.

Indri in action at Tugu Pahlawan
Tiba di Tugu Pahlawan ternyata sudah sepi, tak seramai biasanya karena masyarakat yang biasanya berolah raga di sana sudah pada bubar. Akhirnya saya mengajak Indri menuju ke Museum, karena saya sendiri walaupun sudah 7 tahun di Surabaya dan berkali-kali datang ke Tugu Pahlawan namun tidak pernah masuk ke tempat ini. Padahal cukup membayar 5ribu perak anda bisa mengelilingi museum ini. 

Meeting time
Peralatan Medis Jaman Bahula

Lukisan 3D
Di pintu masuk ada tangga yang di sampingnya terdapat semacam lukisan timbul dengan gambar semacam jembatan dan puluhan tentara yang sedang berperang. I guess sepertinya ini Jembatan Merah Plaza. Masuk lebih dalam bangunan ini berbentuk lingkaran dengan bagian tengah dihiasi oleh gambar beberapa patung pahlawan. Di sekelilingnya terdapat benda-benda dari zaman dahulu seperti mata uang, peralatan medis, figura gambar kejadian-kejadian bersejarah dan patung sekumpulan orang dalam keadaan yang serius, sepertinya sedang meeting. Selesai mengelilingi lantai bawah kami menuju lantai 2 yang berisi lukisan-lukisan kisah bersejarah berbentuk 3 dimensi. 

Barang-Barang Bersejarah
Ini apa? 
Puas mengelilingi Museum kami pun ke luar lalu menuju ke Pasar Pagi untuk mengisi perut. Ya, di sepanjang jalan sekeliling Tugu Pahlawan terdapat orang berjualan berbagai macam barang dan makanan. Setelah mengisi perut kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke Pantai Kenjeran atau yang biasa disebut Ken Park. Sebenarnya saya tidak tahu jalan menuju Kenjeran, beruntung disepanjang perjalanan terdapat penunjuk arah hingga akhirnya saya tiba disana.

Setelah membayar retribusi 10ribu kami pun menuju ke pantai. Karena kepanasan kami memilih duduk disebuah ayunan, berteduh di bawah pepohonan yang rimbun sambil sharing berbagai hal. Setelah sekian lama tak bertemu ada banyak kisah yang bisa diceritakan hingga tak terasa hampir 1 jam kami ada disana. Mengingat masih banyak destinasi yang ingin kami datangi kami segera melangkah menuju ke tempel yang masih berada di area Kenjeran. 

Pagoda Tian Tiyang
Tempel pertama yang kami datangi adalah Pagoda Tian Tiyang merupakan tiruan dari The Heaven di Beijing. Bangunan dengan tinggi 58 meter dan diameter 60 meter ini di dominasi oleh warna cerah ceperti hijau, merah biru dan kuning sayangnya sudah tak terawat. Bahkan saat mengelilingi bangunan ini kami melihat ada kotoran kuda berserakan di lantai-lantai. Sungguh miris melihatnya, sebuah bangunan seni dijadikan sebagai “toilet” hewan. Herannya kenapa harus membawa kuda  naik ke tempat tinggi untuk sekedar buang kotoran, padahal di sekeliling tempat itu ada banyak padang kosong yang bisa dijadikan “toilet”. Selain itu di sana-sini juga terdapat corat-coretan dari tangan jail yang benar-benar merusak pemandangan. 


Patung Buddha
Tak ingin berlama-lama di tempat ini kami langsung menuju ke Klenteng Sanggar Agung. Ini merupakan tempat beribadah penganut Tri Dharma yaitu Tao, Kong Hu Cu dan Buddha. Di sebelah kiri dari jalan terdapat sebuah patung Buddha empat wajah dengan ukuran yang sangat besar yang di kelilingi oleh patung gajah putih besar berwarna putih. Saat kami kesana tidak terlalu ramai, tapi jika tahun baru imlek akan ada banyak orang di tempat ini yang datang untuk berdoa sambil membawa dupa. 

Selesai mengambil gambar di sisi sebelah kiri, kami melanjutkan ke seberang sisi kanan jalan. Setelah memasuki gerbang kami melewati sebuah taman, dan masuk ke bagian utama dari bangunan ini. Di tempat ini  cukup gelap dan hanya diterangi oleh cahya dari lilin-lilin berwarna merah yang besarnya sebesar paha orang dewasa. Lilin ini biasanya digunakan untuk membakar dupa yang dipakai untuk sembahyang. Aroma dupa benar-benar kuat di tempat ini. Di beberapa sudut terdapat patung dewa-dewa dan tampak beberapa orang yang sedang sembahyang sambil membawa dupa.

Patung Dewi Kwan Im
Jika terus masuk kedalam kita akan menemukan halaman belakang disanalah berdiri dengan megah patung Dewi Kwan Im di ketinggian sekitar 20 meter dengan background pantai Kenjeran. Di bagian bawah dari patung ini terdapat 2 buah naga yang saling berhadapan dengan mulut terbuka. Benar-benar karya seni yang mengagumkan. Beruntung tempat ini masih cukup terawat dan lumayan bersih sehigga keindahannya bisa dinikmati dengan lebih santai.

Saat itu matahari sangat terik sehingga saya bersama Indi memilih untuk berteduh di bawah patung Dewi Kwan Im, menikmati hembusan angin pantai Kenjeran sambil mengamati air laut yang perlahan surut karena panasnya matahari. Sayangnya warna air pantai ini berwarna coklat jadi kurang begitu sedap dipandang mata. Setelah lelah lenyap, kami pun meninggalkan Klenteng ini dan pulang menuju ke rumah kos untuk beristirahat.

Pantai Kenjeran
(Entahlah apa ini masih layak disebut Pantai)


Pesan sponsor: meskipun tempat ini sudah kotor, sebisa mungkin jangan tambahi dengan membuang sampah sembarang tempat ya kawan. Ingat selalu untuk menjaga tempat kemana saja kita pergi. Salam piknik 

(31 Mei 2015) 
Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

footer logo