Perjuangan Mendapat Work Holiday Visa Australia (Part-3 End)




Setelah kejutan surat sakit (SRPI) yang saya terima lebih cepat dari yang saya bayangkan (bisa baca disini) saya tambah semangat melewati proses selanjutnya. Seharusnya jika SRPI sudah keluar kita harus mengajukan berkas ke AVAC dulu baru nanti mereka ngasih HAP ID yang dipakai untuk medical check-up. Tapi proses itu agak lama, jadi beberapa teman menganjurkan untuk medical check-up dulu baru sekalian nanti load ke AVAC, cara ini biasanya lebih cepat.

Karena saya ingin yang cepat biar galaunya gak lama-lama, saya lalu ikut cara kedua yaitu daftar HAP ID dulu. Dihari yang sama dengan keluarnya hasil Ielts, saya langsung meluncur ke web immi (klik disini) lalu  buat immiaccount untuk daftar HAP ID. Setelah dapat nomornya saya langsung telpon RS Premier Surabaya (Jl. Nginden Intan Barat Block B, telp 5993211 ext 3028)  yang kerja sama dengan kedutaan Australia. Setelah janjian saya dijadwalkan hari Selasa tanggal 20 Desember untuk medical check-up. Pas hari H saya langsung ke RS dan membawa print nomor HAP ID saya. Agak deg-degan juga karena takut diperiksa macam-macam, ternyata tidak seseram yang saya bayangkan. Tesnya hanya berupa tes urin, rontgen, mata dan pemeriksaan umum. Selesai check-up saya disuru ke kasir untuk bayar seharga 895ribu dan diberitahu kalo hasilnya ada yang bermasalah saya akan segera dihubungi tapi jika tidak ada masalah maka hasilnya akan langsung diserahkan ke pihak kedutaan Australia.

Saya menunggu 2 hari gak ada telpon berarti saya anggap kesehatan saya baik-baik saja. Salah satu alasan saya memilih medical check-up duluan karena ingin make sure kalo kesehatan saya lolos kualifikasi, maklum gak mau rugi di uang visa. Tanggal 22 Desember saya lalu mengirimkan berkas saya ke AVAC karena saya tidak bisa datang ke Jakarta langsung.
Alamat Jakarta :

Kuningan City lantai 2 No. L2-19

Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 18

Setiabudi, Kuningan Jakarta – 12940

Untuk list berkas yang saya kumpulkan bisa baca (disini). Semua file saya fotokopi kecuali referensi bank yang asli. Beberapa teman mengatakan harus di legalisir notaris, tapi punya saya hanya fotokopian tanpa legalisir. Berkasnya lalu saya kirim via kantor pos yang sehari sampai bayar 30ribu. Sebelumnya saya sudah transfer fee logistic 158ribu ke rekening vfs (standard chartered), bukti transfernya ini saya lampirkan juga di berkas yang saya kirim. Untuk biaya visanya saya pakai kartu kredit yang otomatis akan dipotong saat berkas sudah sampai di kedutaan Australia.  Waktu itu 440 AUD dalam rupiahnya 4.533.000 yang terpotong dari kartu kredit. Kalo berkas kita sudah diterima AVAC biasanya akan ada email konfirmasi bahwa mereka sudah menerima. Nantinya di email itu kita dikasih link untuk mengecek berkas visa kita sudah sampai dimana. Jadi kita tidak perlu telpon bolak-balik.

Tanggal 23 Desember saya menerima email kalo berkas saya sudah sampai di AVAC. Entah ada kendala apa berkas saya baru diterima kedutaan Australia tanggal 29 Desember. Dan akhirnya tanggal 09 Januari saya menerima email dari Kedutaan Australia bahwa visa saya granted!!! Uhhhyeeeaahh…. Waktu itu saya lagi diluar kantor rasanya senang banget sampai pengen lompat sana-sini. Akhirnya bisa tidur tenang setelah hari itu. Karena jujur mulai dari berkas saya diterima AVAC sampai sehari sebelum granted saya agak galau. Tiap waktu refresh email berharap ada email notifikasi dari Kedutaan Australia. Suka bayangin gimana kalo sampai saya gagal padahal saya sudah berkorban banyak.  But instead of worry saya milih untuk menyerahkan ke Tuhan, karena menurut saya semua usaha sudah saya lakukan, masalah granted or gak granted itu bagian Tuhan. Saya percaya kalo memang sudah waktunya Tuhan ngasih ke kita maka pintunya pasti akan terbuka lebar.

Kalo teman-teman mengikuti tulisan saya, memang prosesnya lumayan panjang dan menguras bukan hanya tenaga, waktu, emosi tapi juga dompet. Tapi percayalah kesabaran kalian untuk melewati setiap proses satu per satu dengan segala kesulitannya akan menjadi persiapan biar bisa lebih kuat di Australia nanti. Berjuanglah dengan sekuat tenaga dan jangan lupa berdoa biar Tuhan membukakan jalan.

Visa granted bukan berarti perjuangan saya selesai, justru visa granted adalah awal perjuangan yang sesungguhnya. Saya gak pernah tahu apa yang bakalan terjadi disana selama setahun atau dua tahun. Beberapa orang pernah ngomong kok kamu nekat banget ninggalin kerjaan yang sudah enak demi sesuatu yang belum pasti? Gimana kalo gak dapat kerja? Gimana kalo disana “mbambung” (jadi gembel)? Gimana kalo ketemu orang jahat? Kamu gak takut keluar-keluar setelah mengalamai kecopetan? (kisah kecopetan ini belum saya tulis). Gimana kalo… dan gimana kalo… Well honestly bukannya saya gak worry memikirkan semua itu. Saya tahu kerjaan yang sekarang ada comfort zone banget buat saya dan sayang untuk ditinggalkan. Tapi ada mimpi yang lebih besar yang ingin saya capai dan itu yang tidak akan dimengerti orang dan saya susah  untuk jelasin juga. Yang pasti ketika kamu memiliki mimpi yang lebih besar dari ketakutanmu, maka hal yang tampaknya mustahil jadi mungkin, yang susah jadi lebih mudah, yang berat jadi lebih ringan.  

So buat teman-teman yang nantinya dalam masa-masa berjuang untuk dapat visa ini, jangan heran jika ada banyak orang yang meragukan kalian. Atau ada omongan-omongan yang akan mematahkan semangat. Gak usah terlalu dipusingin, tidak usah berdebat, cukup senyumin aja. Cukup work hard in silence, and let your success be your noise. Karena sesungguhnya life begins at the end of your comfort zone. Be brave to pursue your dream gaes…

Seperti apa kisah saya di negara Kanguru nanti? Ikuti terus blog ini gaes… Semoga saya punya cukup waktu untuk share disini.

Tips:
1.      Sebelum MCU pastikan tidur yang cukup, minum air putih yang banyak dan makan makanan sehat, selain itu khusus untuk perempuan pastikan kalian tidak sedang dalam masa menstruasi.
2.      Sebelum kirim berkas ke AVAC make sure lagi semua file sudah lengkap biar tidak bolak-balik.
3.      Kalau pake kartu kredit buat bayar biaya visa pastikan limit kartu kredit yang kalian gunakan tidak kurang dari 5 juta.


ALL YOUR DREAMS CAN COME TRUE IF YOU HAVE THE COURAGE TO PURSUE THEM
-WALT DISNEY-
Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

footer logo