Showing posts with label WHV. Show all posts
Showing posts with label WHV. Show all posts

Pantai Bara, Apparalang dan Marumasa (Bulukumba Hari-2)




Di hari kedua, sebenarnya kami berencana bangun pagi karena pengen berburu sunrise. Tapi apa daya rasa kantuk lebih kuat daripada godaan sunrise. Lagipula dari penginapan sebenarnya bisa menikmati sunrise juga tapi pagi itu berkabut sehingga hanya bisa menikmati sedikit semburat oranye dari matahari yang perlahan terbit terhalang oleh awan tebal.

Setelah bersiap-siap kami langsung mengambil motor dan mulai mencari pantai Bara. Sebenarnya kami juga belum mengetahui letak lokasi pantai ini jadi hanya dengan bermodalkan GPS kami berusaha menemukan tempatnya. Sempat bertanya ke warga lokal tapi petunjuk yang diberikan kurang jelas jadi harus mencari sendiri.

Singkat cerita setelah nyasar sana-sini dan tanya sana-sini kami sampai juga di pantai Bara which is ternyata masih satu lokasi sama pantai Tanjung Bira. Kalo Tanjung Bira lurus saja, nah kalo mau ke Bara kudu belok kanan sebelum Bira. Ikuti jalan terus sampai ketemu pertigaan lalu belok kanan tinggal ikutin jalan sampai ketemu jalan aspal lagi (kalo bingung Gunakan Penduduk Sekitar-GPS). Nah yang bikin happy itu karena kami datangnya kepagian jadi kami masuk ketempat ini gratis soalnya penjaga loket belum ada. Sayang juga kan kalo harus bayar dua kali padahal kemarin udah bayar. Nah kalo teman gak mau ngeluarin kocek lebih datanglah pagi-pagi selain gratis mungkin bisa menikmati sunrise pula. Atau kalo buat itinerary sebaiknya pantai Tanjung Bira dan pantai Bara dijadiin satu hari saja. Tapi kalo kalian cukup dermawan boleh bolak-balik kesini, lumayan untuk membantu perekonomian warga disini :p

Pantai Bara

Jalan ke Bara ini lumayan jelek karena tidak semuanya beraspal. Tapi tenang aja kalo cewek-cewek kayak kami bisa sampai pakai motor kalian juga pasti bisa asal hati-hati aja. Sesampainya di Bara tak tampak satu orang pun kecuali kami dan seekor kucing coklat manis. Wuah serasa pantai milik sendiri pokoknya, sampai beberapa waktu kemudian beberapa gerombolan anak muda memasuki kawasan ini dan tampak seorang wisatawan asing yang lalu-lalang entah mencari apa. Sebenarnya di kawasan ini ada beberapa warung tapi tampaknya mereka masih terlelap setelah bangun pagi untuk sahur. Jadilah hanya nyanyian dari debur ombak yang menemani keasyikan kami menikmati pantai ini.


Tidak beda jauh dengan pantai Bira, pasir di pantai ini pun sangat lembut kayak tepung. Btw kalo kalian datang pas ramai mungkin kalian bakalan disuru bayar segala macam. Karena pas disana hampir semua ada tulisan disewakan mulai dari kursi panjang sampai palang yang ada tulisan Pantai Bara pun kalian harus bayar. Well ini yang rada bikin gondok sih kalo di Indonesia apa-apa kudu bayar sampai pipis pun iya. Beda sama di LN hampir semua pantai bisa dinikmati gratis dan dengan fasilitas yang jauh lebih baik. Emang gak bisa disalahin sih karena yang bikin fasilitas ditempat ini mungkin para warga sementara kalo di LN difasilitasi oleh pemerintah. Jadi warga pun menjadikan tempat ini sebagai lahan mata pencaharian.


Bayangin aja ya kalo mau hitung-hitungan misalnya masuk diarea ini di loket paling depan bayar tiket masuk 15ribu, parkir 2ribu, sampai di Bara bayar parkir lagi untuk mobil 10ribu dan motor 5 ribu, lalu turun ke bawah kalo mau foto di tulisan bayar 10-15 ribu, kalo mau foto diayunan ala-ala Gili Trawangan bayar lagi, lalu toliet 2ribu, kalo mau duduk di kursi bayar lagi 10-15 ribu. Nah loh berapa kira-kira yang harus kalian habiskan untuk menikmati sebuah pantai. Anyway lupakan soal itu karena saya tetap bahagia tidak mengeluarkan sepeser pun untuk pantai ini karena datangnya pagi banget.


Secara garis besar pantai Bara ini hampir mirip dengan pantai Bira. Air laut yang jernih, pasir putih yang halus dan langit yang biru gambaran sempurna untuk sebuah pantai. Bedanya karena disepanjang pesisir pantai ini dihiasi oleh pohon-pohon kelapa yang tidak saya temui kemarin di pantai Bira. Katanya tempat ini juga tidak seramai pantai Bira mungkin karena letaknya yang lebih jauh dari dan jalannya yang tidak terlalu bagus. Tapi untuk penikmat pantai sepi yang jauh dari hingar-bingar, pantai ini yang terbaik buat kami. Selesai dari pantai Bara kami bergegas pulang kembali menuju ke penginapan karena sarapan sudah menanti kami disana.


Pantai Tebing Apparalang


Lokasi Apparalang ini sebenarnya tidak terlalu jauh dari penginapan kami (menurut GPS 30 menitan), tapi berhubung jalannya lebih parah daripada jalan ke Bara jadi kami menghabiskan hampir 1 jam lebih di perjalanan (termasuk nyasar). Nah untuk ketempat ini ada 2 jalur. Jalur pertama lebih dekat tapi lumayan curam dan jalur kedua lebih jauh tapi lebih landai. Kami pada akhirnya melewati kedua jalur ini. Berangkatnya kami melewati jalur yang lebih landai tapi ternyata lumayan jauh juga dan jalannya pun tidak begitu bersahabat. Mendekati lokasi Apparalang jalanan semakin parah, curam dan bebatu-batu jadi harus tambah hati-hati lagi. Mungkin kalo kesini dimusim hujan saya tidak akan berani mengendarai motor seorang diri. Sesampai di lokasi kami langsung memarkirkan motor kami dan berjalan menuju ke tebing. Oh iya kalo ketempat ini kalian hanya perlu membayar parkiran 5ribu per motor. Mau foto dan duduk dimana saja semuanya gratis.



Pemandangan dari tempat ini sangat cantik bikin betah berlama-lama duduk menikmati deburan ombak yang menghempas batu karang. Apalagi saat itu langit sedang biru cerah bikin pemandangan tambah breathtaking. Terang saja saya gak bisa berhenti ngucapin "wow" karena terkagum-kagum oleh keindahan karya Tuhan yang satu ini. Kalo kalian sudah puas dengan pemandangan laut dari tebing yang tinggi, kita juga bisa turun kebawah melewati tangga-tangga untuk menikmati deburan ombak lebih dekat. Bisa dikata kami sangat beruntung saat kesini karena hanya ada beberapa orang saja sehingga benar-benar bisa menikmati nyanyian laut tanpa terpolusi oleh hiruk-pikuk manusia.


Ada banyak tempat yang bisa dijelajah sebenarnya kalo ketempat ini. Jadi kalo saya punya waktu banyak saya akan memilih menghabiskan waktu seharian disini apalagi ada gasebo tempat yang nyaman untuk berteduh dan leyeh-leyeh, mungkin bakalan jatuh tertidur pula. Tapi karena masih ada tempat lain yang harus didatangi jadi kami tidak bisa berlama-lama di tempat ini.

Saat kami pulang kami memilih melewati jalur yang lebih curam tapi ternyata jaraknya jauh lebih dekat daripada jalur keberangkatan kami. Jadi buat teman-teman yang kesini bisa menimbang-nimbang sendiri mau jalan yang dekat tapi curam atau yang landai tapi jauh. Kalo saya pribadi lebih memilih jalur yang lebih dekat meskipun curam tapi sudah ditembok jadi tidak begitu seram, dibandingkan berkendara jauh dengan jalan yang landai tapi juga berbatu-batu rasanya nyelekit dibokong.


Pantai Marumasa

Sepulangnya dari Apparalang kami melajukan motor menuju ke Pantai Marumasa yang searah dengan jalan pulang menuju penginapan. Pantai ini mungkin tidak setenar Bira dan Bara karena memang tidak terlalu dipromosikan oleh pemerintah setempat sebagai tempat wisata. Mungkin itulah sebabnya masuk ke tempat ini gratis dan bisa parkir dimana saja.

Beberapa alasan yang mungkin bikin beberapa orang memutuskan kesini karena terdapat beberapa spot untuk foto yang instagramable banget di atas tebing-tebing yang langsung mengarah ke laut lepas. Tapi karena kami sudah cukup puas dengan pemandangan laut dari ketinggian tebing Apparalang jadi kami tidak berniat untuk mendaki tebing untuk sekedar foto-foto disana.

Tampak kumuh karena sampah dimana-mana 


Secara mendasar pantai ini memiliki pasir putih yang lagi-lagi lembut bak tepung beras dengan air laut yang jernih tapi deburan ombak yang lebih besar. Yang membedakan dari pantai lain yaitu sepanjang bibir pantai ini dipenuhi oleh perahu-perahu nelayan yang memarkirkan perahu mereka disana setelah melaut. Ada banyak pondok-pondok alakadarnya dibangun disepanjang bibir pantai. Yang lumayan mengganggu mata adalah sampah yang bertebar dimana-mana. So gaes, kalo jalan-jalan jangan hanya sibuk foto-foto tapi bawa sampahmu pulang biar tidak menodai keindahan lautan kita.




Kami tidak bisa berlama-lama ditempat ini karena tidak ada satu orang pun yang berjualan padahal perut kami sudah keruyukan karena belum makan siang. Jadi setelah puas bermain ayunan yang kebetulan kami temukan disana kami pun bergegas meninggalkan pantai ini.

Well sebenarnya setelah pantai ini itinerary kami adalah kembali ke pantai Bira untuk menyeberang menuju ke Pulau Kambing atau Pulau Liukang untuk melakukan snorkeling, tapi berhubung hari sudah sore dan sudah kelelahan jadi tempat ini kami skip untuk penjelajahan di lain waktu (mungkin).

Oke gaes sekian sharing pengalaman short escaped saya ke Bulukumba dengan segudang pantai cantiknya sampai ketemu di jejak kaki yang lain. Anyway sekedar info total pengeluaran kami hanya sekitar 600ribu all in. Sudah termasuk makan dan jajan-jajan yang tidak tercantum dalam kisah diatas, cukup murah bukan??


You don't have to be rich to travel well.

Cara Apply Second Year Working Holiday Visa - Offsore



Hai Gaess saya mau share proses apply 2nd year visa saya yang baru saja granted. Setelah bergalau ria selama 78 hari akhirnya hari ini email yang telah lama saya nanti-nantikan mendarat dengan selamat di email address saya. Kenapa saya apply offshore padahal bisa onshore? Well karena saya berencana untuk liburan di Indonesia selama beberapa bulan, jadi merasa sayang kalo udah apply onshore dan satu tahunnya kebanyakan habis dipakai buat liburan.

So gimana cara apply offshore visa second year WHV? Here we go...

1.      Persiapan
Jauh sebelum saya balik dari Australia, saya sudah ambil ancang-ancang dengan mempersiapkan beberapa dokument yang akan saya butuhkan saat apply visa. Tujuannya supaya pada saat hari H tinggal attached dokument, klik "submit" lalu duduk manis nunggu granted. Beberapa dokumen itu yaitu:

·      Form 1464: form ini bisa diisi dengan tulisan tangan lalu di scan lagi tapi daripada repot jadi saya memilih mengetik lewat pdf langsung dan tinggal di save

·       Payslip: Payslip ini untuk membuktikan kita udah kerja di daerah North-nya Australia selama minimal 88 hari. Karena payslip saya lumayan banyak jadi saya gabung menjadi 1 format pakai editan pdf juga.

·     Bank Statement: bank statement ini saya request sehari sebelum kepulangan saya ke Indonesia biar gak terlalu jauh jaraknya dari waktu apply.


2.      Pengapply-an
Tanggal 10 April tet, saya langsung meluncur di laptop saya login ke web imigrasi (https://online.immi.gov.au) kalo kalian belum punya buat account dulu. Ada banyak kolom yang harus dijawab satu per satu jadi ambil waktu yang longgar ya pas mau apply biar gak buru-buru. Dan make sure nomor-nomor penting seperti nomor paspor jangan sampai keliru karena bisa panjang urusannya.

Setelah semua data terisi saya lalu mengupload satu per satu dokumen yang sudah saya siapkan. Saya cek sekali lagi jangan sampai ada yang keliru, lalu meng-klik "submit". Di hari yang sama saya juga langsung membayar visa saya yang harganya sama seperti visa pertama yaitu 440 AUD.

Tidak sampai 4 hari saya menerima nomor HAP ID yang akan saya pakai untuk MCU tapi berhubung waktu itu saya masih liburan di Bali jadi saya baru melakukan MCU tanggal 17 April di RS. Siloam, Makassar. Selesai MCU saya langsung ke kantor imigrasi memperbaharui paspor saya yang kebetulan expired di bulan Agustus. 3 hari sesudahnya saya update lagi data saya di "onlineimmi" karena nomor paspor yang baru. Setelah itu saya pun melanjutkan liburan saya sambil menunggu email granted dari imigrasi


3.      Penantian
Nah ini masa paling menggalaukan gaes. Karena saat pertama kali apply muncul pemberitahuan bahwa masa proses visa saya sekitar 53 hari - 4 bulan. Oh my goodness keburu berjamur saya dikampung. Emang sih pengen lama-lama tapi gak selama itu juga kali digantung. Tapi 1 bulan pertama terlewati begitu cepat karena saya masih sibuk liburan dan ngurus surat sana-sini. Gak lama masa tunggu berubah jadi 13-38 hari doang, yes Puji Tuhan rejeki anak saleh.

Lewat 1 bulan lebih belum ada tanda-tanda perubahan status "received" visa saya. Akhirnya saya memutuskan untuk mengirim email ke imgrasi pada tanggal 15 Mei untuk menanyakan status visa saya tapi yang saya terima hanya autoresponse dari imigrasi. Hingga akhirnya tanggal 22 Mei saya menerima email yang meminta form tambahan "WHM 462 Specified Work Questionnaire". Karena semangat banget akhirnya hari itu juga saya selesaikan semua form itu lalu melampirkan dibalasan email.

Setelah 3 hari nunggu kok gak ada respon ya, saya cek satu per satu lagi dan ternyata sodara-sodara, dilarang keras mengirim lewat email hanya di perbolehkan attached lewat "onlineimmi". Buru-buru upload form tersebut ke account saya berharap segera mendapat balasan. Seminggu berlalu tak ada balasan, dua minggu, tiga minggu, berminggu-minggu. Dari yang rajin refresh email tiap hari sampai males denger notif email yang hanya spamming. Tidak kurang rajin setiap minggu saya email menanyakan progres visa saya tapi yang saya dapat hanyalah autoresponse tercinta.

Dari yang semangat, sampai galau, lalu masa bodoh. Well saya percaya kalo waktunya granted pasti bakalan granted. Hingga suatu hari tanpa sengaja saya membaca postingan seseorang yang visa 2nd yearnya granted padahal dia apply belakangan dari saya (meskipun onshore). Akhirnya saya mulai kirim email lagi, but yang bikin saya shock adalah autoresponse-nya sudah berubah. Dari timetable disitu mereka sementara memproses visa yang di submit bulan Mei. What's going on??? Menjadi tanda tanya besar dan pikiran negatif mulai merasuki, wah jangan-jangan visa saya gak granted ini.

Karena gak pengen galau lama-lama saya memutuskan untuk menelpon langung ke imigrasi Australia. Setelah mengisi saldo Skype, saya langsung menghubungi nomor tersebut. Dan ternyata uji kesabaran terjadi lagi karena saya harus menunggu antrian sekitar 1 jam untuk bisa berbicara dengan petugas imigrasi. Karena udah terlanjur ngisi saldo, daripada habis sia-sia akhirnya saya beneran nunggu dari antrian ke-13 sampai giliran saya dengan total waktu tunggu sekitar 40 menit dan bicara dengan petugasnya gak sampai 5 menit. Dan yang paling bikin kesel karena pria itu tidak memberikan bantuan apa-apa. Malah disuru kirim email terus.

Well karena gak ada pilihan jadi saya ikutin saja omongannya dengan mencoba mengirim email. Seminggu berlalu tepatnya hari ini saya menemukan sebuah postingan lagi yang apply offshore di bulan Mei dan granted 2 hari yang lalu. Well penyakit galau kumat lagi dong, something wrong pastinya. Karena masih ada saldo Skype akhirnya saya mencoba menelpon lagi masih pagi-pagi buta. Kali ini saya cukup beruntung karena hanya perlu menunggu 15 menitan lalu seorang wanita yang sangat baik hati dan mengerti kegalauan hati saya melayani dengan baik. Meskipun dia tidak bisa memberikan informasi apa-apa tentang visa saya, setidaknya dia mau membantu mem-follow up kepada bagian terkait. Sedikit lega, saya pun barsiap-siap untuk menuju TPS karena hari ini bertepatan dengan pilkada.

Singkat cerita tanpa diduga-duga dan gak sampai 5 jam saya menerima notifikasi email yang awalnya I didn't pay attention karena gak ngarep bakalan secepat itu. Dan ternyata surprise.... email itu bertengger mesra di email saya dan pas buka ternyata gak ada syarat apa-apa yang tercantum, which is artinya kalo saya mau apply visa yang lain saya bisa apply di Australia. Yeay..... Bener kan kalo udah waktunya, pasti kejadian deh. Meskipun dalam masa tunggu itu bener-bener gak mengenakkan.

Buat kalian yang lagi menunggu visa yang gak granted-granted sabar ya. Gak banyak yang bisa kita lakuin kecuali memfollow up via email atau via telpon. Kalo semua itu gak membuahkan hasil, maka berdoalah yang banyak dan have faith if it's your turn, it will be happen at the right time jadi kalian bisa tetap tenang. Memang masa menunggu gak akan mengenakan anggap saja lagi latihan kesabaran karena nanti di Australia pun gak bakalan enak mulu. So anggap aja lagi latihan mental. Ok.

Well see you in Straya gaes.....




Gimana Cara Saya Bisa Stay Di Brisbane Free (Tanpa Bayar Rent)




Hi mate, kali ini saya bakalan sharing pengalaman saya stay di Brisbane free, tanpa bayar rent. Kan banyak yang tanya tuh tips-tipsnya gimana. So disini saya akan paparkan secara gamblang ala gosipers. Secara salah satu pengeluaran terbesar selama di Australia adalah renting rumah. Sebenarnya gak ada tips-tips khusus sih, karena menurut saya pribadi itu tergantung dari faktor “Luck” aja. But let me tell you my story

Hal pertama yang harus kalian lakukan untuk membuka jalan menuju “free stay” ala saya adalah kalian harus punya akun di Couchsurfing (CS). (Sebagian yang baca pasti langsung gini: ohhhh pake couchsurfing tooh…). Well, yes saya bisa tinggal gratis gara-gara couchsurfing. Buat yang udah gak penasaran boleh melipir, tapi buat yang masih penasaran silahkan lanjut dibaca yaa…

Apa sih CS itu? Menurut Wikipedia CouchSurfing adalah situs dan layanan jejaring sosial berupa hospitality exchange atau Jaringan Silaturahmi. Saat ini, jumlah anggota CouchSurfing adalah 2,6 juta di 246 negara dan wilayah. Kalo kalian pengen tahu lebih lanjut penjelasan soal CS kalian bisa googling aja sendiri.

Nah untuk daftar di CS ini kalian gak perlu bayar, semuanya gratis… tis… tis… Cukup modal email aja dan kalian bisa daftar (klik disini). Kalo sudah daftar silahkan update data-data kalian dan buat itu semenarik mungkin, biar kalian gak disangka akun bodong. Jangan salah diaplikasi ini juga ada scam jadi kalian perlu hati-hati juga. Saya sendiri sudah jadi member dari berapa tahun lalu tapi jarang banget pakai aplikasi ini. Entah dapat ilham dari mana hingga saya puny aide untuk posting trip saya ke Brisbane sebelumnya.

Kedua, kalo udah punya profil maka kalian sudah bisa posting planning trip kalian. Hampir disemua Negara sudah ada couchsurfing gaes, jadi bukan hanya Australia saja. Kalo kebetulan kalian mungkin ada planning liburan ke Negara lain kalian bisa coba posting juga kali aja beruntung dapat travelmate keren. Karena CS sendiri bukan hanya untuk mencari tempat tinggal gratis, tapi juga bisa untuk mencari teman baru, travelmate baru atau sekedar untuk berkenalan dengan orang lokal ditempat yang kita tujui.

Saya pribadi gak ada ekspektasi apa-apa awalnya karena pernah mencoba beberapa kali di Negara lain tapi gak pernah berhasil, selalu saja ada halangan. Waktu itu hanya karena gak ada kenalan sapa-sapa di Brisbane jadi saya mencoba posting , tak disangka ada banyak orang yang memberi respons. Tapi berhubung kudu hati-hati jadi saya bener-bener menyortir satu per satu sebelum memutuskan dengan siapa saya akan tinggal.

Salah satu cara untuk mencari tahu apakah host kita bisa dipercaya atau tidak yaitu dengan membaca profil dan referensi dari berbagai orang yang sudah pernah tinggal dengan mereka. Semakin banyak orang yang pernah tinggal dan mereferensikan mereka maka semakin meyakinkan kalo mereka cukup aman untuk ditemui. Setelah pergumulan dan pencarian panjang akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran Peter Kubainski. Kenapa? Karena referensinya panjang begitu rupa dan sangat menarik dari berbagai sudut pandang. Ada banyak backpacker yang sudah tinggal dirumah beliau dan semuanya memberikan komen positif.

Awalnya saya planning untuk tinggal beberapa hari saja sampai saya menemukan tempat yang bisa saya renting sendiri. Tak disangka saya malah ditawarin untuk tinggal selama yang saya suka. Well I guess I am lucky enugh this time. Pertama kalinya bisa berhasil nemu host, eh kebenaran hostnya baik banget. Jadilah saya bisa tinggal di Rumah beliau dengan kamar privat dan gratis.

Meskipun dibilang gratis alias gak pake bayar uang, tetap aja kan sebagai makhluk sosial kita kudu tahu diri. So saya selalu menawarkan bantuan kepada Peter dan istrinya. Apa saja yang perlu saya bantu dan kalo bisa pasti saya lakukan. Karena bersih-bersih rumah paling gampang so yang saya lakukan yaitu bantu cleaning tempat mereka. Sesekali saya bantu nyetrikain. Karena mereka punya garden, so kadang saya bantu jadi gardening juga. Meskipun gardening abal-abal setidaknya mereka tahu kalo saya ada niat untuk bantu. Dan it’s work. Mereka welcoming saya seperti keluarga sendiri. Bukan hanya di kasih tempat tinggal gratis, bahkan kadang-kadang dimasakin juga. Apalagi yang kurang coba?

Well pengalaman setiap orang beda-beda selama menggunakan CS ini. Mungkin apa yang sama alami gak bakalan sama dengan yang teman-teman alami. But I believe where ever we go, if we treat people well then they will treat us well tho.

So sekian kisah saya menggunakan CS di Brisbane, semoga bisa bermanfaat buat teman-teman yang mau mencoba.




STRANGERS ARE JUST FAMILY YOU HAVE YET TO COME TO KNOW


"Must Visit" Place in Brisbane

BRISBANE


Hey gaes berhubung saya masih di Brisbane sekarang so waktunya nulis "must visit" place yang ada di Brisbane. Sebenarnya Brisbane ini hampir mirip kayak Sydney hanya beda di keramaiannya saja karena Brisbane belum seramai dan se-crowded kota Sydney. Nah berikut ini saya bakalan paparin beberapa tempat yang bisa kalian kunjungi kalo udah datang di Brisbane.

1. City Hall
Tempat yang pertama kali wajib kamu datangi adalah City Hall. Tempat ini berlokasi tepat di tengah-tengah City Brisbane, bisa di akses dengan train atau bus. Karena merupakan pusat keramaian dari Brisbane tidak heran jika ditempat ini selalu ada acara dan festival-festival yang bisa dinikmati gratis. Yang unik dari City Hall ini karena bangunannya yang tipikal bangunan kuno ala Italian Renaissance membuatnya tampak berbeda dari bangunan disekitarnya. Di bagian paling atas dari tower terdapat jam yang menjadi salah satu icon tempat ini. Kalo udah datang ke King George Square jangan lupa selfie depan bangunan ini. 

Selain itu karena berdekatan dengan Queen Street maka tempat ini juga cocok dikunjungi oleh penggila kuliner dan shopping. Karena di sepanjang Queen Street terdapat banyak outlet yang menjual segala macam barang dan makanan. Tinggal jalan menyebrangi jalan sekitar 2 menit dan kaliAn sudah berada di pusat perbelanjaan kota Brisbane. 

Masih di daerah Queen Street kalian juga bisa coba mengunjungi Casino Brisbane yang merupakan salah satu dari beberapa Casino terbesar di Australia. Eits saya menyarankan tempat ini bukan untuk berjudi loh ya tapi karena bangunan Casino ini juga berbentuk unik ala bangunan kuno jaman bahula jadi cocok buat kamu posting di instagrammu. Well kalo mau coba peruntungan dan mau gambling resiko ditanggung pemirsa sendiri. 

Gereja sekitar City Hall


Clock Tower


City Hall di siang hari

City Hall di malam hari
Casino



2. South Bank Parkland
Nah kalo ini salah satu tempat yang paling sering saya datangi selama saya di Brisbane. Karena tiap kali mau ketemu kawan baru pasti janjiannya di tempat ini. Kalo kalian ketempat ini saran saya sediakan waktu seharian karena tempat ini sangat luas. Pertama, kalian kudu datang di sebuah taman dengan letter balok BRISBANE ditengah-tengahnya. Yes, ini merupakan salah satu icon dari kota ini, jadi kurang afdol kalo belum selfie di tempat ini.





Nah setelah itu kalian bisa memulai tour sekitar tempat ini. ada wheel of Brisbane tempat kamu bisa melihat pemandangan kota Brisbane dari ketinggian. Atau bisa berenang ria di swimming pool atau beach buatan yang benar-benar mirip beach asli lengkap dengan ombak dan pasirnya. Tapi kalian kudu tahan sama aroma semerbak chemical dari air disini ya gaes. Kalo gak mau berenang mungkin cukup duduk santai di rerumputan yang banyak ditemui di tempat ini. Memang tempat ini akan selalu ramai kapan pun kalian datang karena merupakan salah satu tempat rekreasi favorit masyarakat di kota ini. Kalo laper tinggal melipir ke jalan sebelahnya karena disana berbaris rapi berbagai macam kuliner dari berbagai negara dengan harga yang masih lumayan bisa diterima dikantung backpacker.

Wheel of Brisbane
Numpang eksis
Pantai Buatan di South Bank


3. Kangaroo Point 
Tempat ini paling bagus didatangi pas malam hari karena kita bisa menikmati kerlap-kerlip kota Brisbane di malam hari dengan view river yang menawan. Sebenarnya banyak hal yang bisa di lakukan di tempat ini salah satu yang paling digemari oleh para backpacker adalah rock climbing. Jika kalian tidak punya peralatan sendiri bisa tetap menikmati aktivitas menantang ini. Cukup membayar sekitar 50-60 AUD saja dan kalian bisa bergelantungan ria di tebing Kangaroo Point. Selain itu orang-orang biasanya kesini untuk running atau olah raga yang lain. Karena disepanjang daerah ini terdapat taman dan pathway untuk olahraga. Kalo mau barbecue-an ria juga bisa dilakukan karena tersedia barbecue area ditempat ini dan itu Free.

View dari Kangaroo Point

Kangaroo Point

4. Mount Coot-tha Lookout
Nah kalo mau lihat pemandangan kota Brisbane dari ketinggian disini tempatnya. Jaraknya yang tidak telrlau jauh dari City membuat tempat ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalo sudah ke Brisbane. Kalian bisa menikmati breakfast atau dinner dengan pemandangan menawan dari salah satu kafe yang tepat berada diarea sekitar Lookout ini. Selain itu tidak jauh dari tempat ini juga terdapat Botanical Garden tempat kalian bisa menikmati koleksi tanaman-tanaman cantik yang beragam. Saran saya sih sebaiknya datang menjelang sore hari jadi kalian bisa menikmati view pas daytime dan dapat view malam harinya juga.


Botanical Garden
Botanical Garden

View di siang hari

Tempat tertinggi di Mt. Coot-tha

View di malam hari
5. Mainly Harbour Village
Kalo Darwin punya Cullen Bay maka Brisbane punya Mainly Harboure yang tempatnya persis kayak Cullen Bay. Terdapat jejeran kapal yang menjadi view dari kafe-kafe yang ada disepanjang area harbour ini. Tempat ini sangat cocok didatangi untuk piknik atau sekedar jalan santai bersama keluarga. Tempat ini tidak sengaja saya temukan pas ada interview di salah satu kafe ditempat ini. Meskipun pada akhirnya nggak keterima tapi tetep bahagia karena bisa menemukan tempat menawan ini. Karena sesungguhnya tidak banyak pantai yan bisa dinikmati di Brisbane jadi tempat ini merupakan salah satu tempat favorit saya.


Mainly Beach

Harbour

Nah loh ini Cullen Bay atau Mainly Harbour?

6. Lone Pine Koala Sanctuary
Nah kalo tempat ini wajib didatangi oleh pecinta binatang terutama Koala. Karena gak semua tempat di Australia membolehkan kalian menyentuh apalagi berpelukan dengan makhluk Tuhan yang lucu ini. Sebenarnya saya belum pernah kesana tapi menurut info teman (baca:Erni) untuk masuk ketempat ini cukup membayar 36AUD untuk sekali masuk atau 58 AUD yearly kalo mau bolak-balik kesana kali aja gak ada yang bisa dipeluk jadi pelukkannya sama koala aja bolak-balik. Untuk bisa menuju ketempat ini juga cukup mudah karena bisa menggunakan publik transportasi seperti bus.

Doc Google




BETTER TO SEE SOMETHING ONCE THAN TO HEAR ABOUT IT A THOUSAND TIMES







Moving To Gold Coast

Gold Coast
Oke dari judulnya udah tahu kan kalo saya sudah tidak di Brisbane lagi. Yup that's true kalo mau tau alasannya kenapa boleh baca postingan saya sebelumnya (klik disini). Intinya setelah hampir 1 bulan luntung-lantang sangat jelas di Brisbane akhirnya saya memutuskan moving ke Gold Coast karena dapat kerjaan disini. Kelamaan gak kerja dan holiday terus bikin saving menipis juga cuy so kudu balik ngebabu lagi biar bisa tetap eksis di dunia per-whv-an. 

Jadi ceritanya kerjaan ini berkat info dari Shiera yang sudah  stay di GC. Dia duluan yang udah trial disana tapi mungkin gak cocok jadinya di offer ke saya. Nah loh lagi-lagi berkat networking kan, makanya salah satu hal yang penting di dunia persilatan whv adalah perbanyak networking. Dan yang namanya rejeki gak bakalan kemana, mungkin emang udah rejeki saya untuk dapat kerjaan ini jadi meskipun Shiera yang trial duluan tapi dia merasa kurang cocok dan akhirnya jatuhlah ketangan saya. Sama halnya dengan beberapa trial saya sebelumnya karena memang bukan rejeki saya jadi meskipun saya sudah berusaha memberikan yang terbaik tetap aja gak dapet.

Nah kerjaannya apa? Yep tetep masih di Housekeeping tapi kali ini kerjaannya gampang banget karena gak perlu se-perfect kayak di hotel plus paymentnya yang lumayan gede bahkan lebih gede dari gaji yang pernah saya dapat di Darwin. Kalo katanya yang punya resort sih karena saya sudah punya pengalaman sebelumnya jadi dia berani bayar segitu tapi mungkin juga karena saat itu dia butuh orang banget. Mau tahu berapa? PM aja biar saya bisikin yaa kagak enak ngukit-ngungkit gaji disini ntar dinyinyirin sama teman sesama WHV. Yang bikin happy lagi karena tiap abis kerja masih ada waktu buat main-main ke pantai atau sekedar explore GC thats working holiday!

Liburannya hampir tiap hari
Gold Coast

Beberapa minggu pertama saya memilih bolak-balik Brisbane - Gold Coast tiap hari karena resortnya belum terlalu sibuk jadinya saya gak dapat banyak jam. Setelah menghitung dengan rinci antara renting room di GC dan biaya train tiap hari, tetap jauh lebih murah kalo pp tiap hari secara saya masih nginap gratis di Brisbane. Tapi lama-lama jadi capek juga tiap hari ngabisin waktu dijalan hampir 4 jam. Jadi pas dapet kerjaan baru yang jam kerjanya lebih banyak akhirnya saya memutuskan untuk move ke GC. Selain itu kadang dapat tawaran kerja dadakan dari salah satu agen di Gold Coast jadi kudu ready tiap waktu di GC.

View dari Tempat Kerja
Selfie sama workmate dari Brazil

Tempat Kerja di Market

How does it feel to live on Gold Coast?
Well I can say GC is perfect place for holiday. Everyday feels like a holiday. If you love the sun, hot weather and beaches, GC will become your favorite place. Gara-gara ini makanya saya jadi tergoda ogah-ogahan kerja juga. Dan gara-gara ini pula kulit saya jadi tanning banget alias gosong. Hampir tiap hari selalu jokka (jalan-jalan) kesana kemari untuk melihat tempat baru. Karena GOld Coast punya bejibun pantai maka gak heran kalo kalian stay di city keman-mana bakalan liat local or tourist yang sibuk kesana kemari dengan telanjang dada menggandeng papan surfing mereka bahkan di hari kerja sekalipun. Uhuk perfect place buat cuci mata juga bagi yang haus bule-bule cakep.

Beach ada dimana-mana dan di tengah kota jadi gak perlu driving jauh-jauh buat nikmatin beach kayak di Indonesia. Konon katanya beach di GC tuh sepanjang 70km. Emang kalo coba liat di googlae map sih panjang banget.  Salah satu tempat paling favorit dan terkenal adalah Surfers Paradise. Kalo dikalangan backpacker tempat ini salah satu "must-see" place. Tapi buat saya pribadi Surfers Paradise biasa aja dan terlalu crowded. Pas kesini feelnya serasa lagi di Kuta bali karena pantainya penuh dengan manusia. Kalo bisa merekomendasikan beach saya memilih Burleigh Beach. Mau tahu gimana bagusnya?? Nantikan postingan selanjutnya ya.

Beach di Surfers Paradise

Surfers Paradise
Surfers Paradise

Burleigh Beach

Miami Beach
Nah kalo yang diatas sudah nyebutin yang manis-manis, sekarang saya paparin yang agak asem dikit. Pertama cost of living disini gede banget, terutama masalah rent house. Sempat shock pas nyari room tapi rata-rata diatas 150 AUD per week itu pun sudah mepet ke suburb nun jauh dimato. Gak heran sih untuk harga segitu karena memang GC merupakan tempat favorit para tourist jadi bakalan banyak orang yang nyari renthouse meskipun mehong. Dan alasan yang paling utama kenapa saya tidak akan memilih GC sebagai tempat tinggal saya dalam jangka waktu yang lama adalah karena terlalu banyak junkies (pemakai narkoba) dan orang-orang mabuk so bisa dibilang bikin saya merasa kurang safe meskipun belum pernah (jangan sampai) ngalamin hal buruk. Dan kalo nanyak ke orang Aussie sendiri mereka gak terlalu suka GC dan milih GC hanya sebagai persinggahan buat liburan pas weekend doang.

Gold Coast

Samping Rumah

Samping Rumah

View samping rumah

Gold Coast






DIFFICULT ROADS OFTEN LEAD TO BEAUTIFUL DESTINATIONS 


Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

footer logo