"Must Visit" Place in Brisbane

BRISBANE


Hey gaes berhubung saya masih di Brisbane sekarang so waktunya nulis "must visit" place yang ada di Brisbane. Sebenarnya Brisbane ini hampir mirip kayak Sydney hanya beda di keramaiannya saja karena Brisbane belum seramai dan se-crowded kota Sydney. Nah berikut ini saya bakalan paparin beberapa tempat yang bisa kalian kunjungi kalo udah datang di Brisbane.

1. City Hall
Tempat yang pertama kali wajib kamu datangi adalah City Hall. Tempat ini berlokasi tepat di tengah-tengah City Brisbane, bisa di akses dengan train atau bus. Karena merupakan pusat keramaian dari Brisbane tidak heran jika ditempat ini selalu ada acara dan festival-festival yang bisa dinikmati gratis. Yang unik dari City Hall ini karena bangunannya yang tipikal bangunan kuno ala Italian Renaissance membuatnya tampak berbeda dari bangunan disekitarnya. Di bagian paling atas dari tower terdapat jam yang menjadi salah satu icon tempat ini. Kalo udah datang ke King George Square jangan lupa selfie depan bangunan ini. 

Selain itu karena berdekatan dengan Queen Street maka tempat ini juga cocok dikunjungi oleh penggila kuliner dan shopping. Karena di sepanjang Queen Street terdapat banyak outlet yang menjual segala macam barang dan makanan. Tinggal jalan menyebrangi jalan sekitar 2 menit dan kaliAn sudah berada di pusat perbelanjaan kota Brisbane. 

Masih di daerah Queen Street kalian juga bisa coba mengunjungi Casino Brisbane yang merupakan salah satu dari beberapa Casino terbesar di Australia. Eits saya menyarankan tempat ini bukan untuk berjudi loh ya tapi karena bangunan Casino ini juga berbentuk unik ala bangunan kuno jaman bahula jadi cocok buat kamu posting di instagrammu. Well kalo mau coba peruntungan dan mau gambling resiko ditanggung pemirsa sendiri. 

Gereja sekitar City Hall


Clock Tower


City Hall di siang hari

City Hall di malam hari
Casino



2. South Bank Parkland
Nah kalo ini salah satu tempat yang paling sering saya datangi selama saya di Brisbane. Karena tiap kali mau ketemu kawan baru pasti janjiannya di tempat ini. Kalo kalian ketempat ini saran saya sediakan waktu seharian karena tempat ini sangat luas. Pertama, kalian kudu datang di sebuah taman dengan letter balok BRISBANE ditengah-tengahnya. Yes, ini merupakan salah satu icon dari kota ini, jadi kurang afdol kalo belum selfie di tempat ini.





Nah setelah itu kalian bisa memulai tour sekitar tempat ini. ada wheel of Brisbane tempat kamu bisa melihat pemandangan kota Brisbane dari ketinggian. Atau bisa berenang ria di swimming pool atau beach buatan yang benar-benar mirip beach asli lengkap dengan ombak dan pasirnya. Tapi kalian kudu tahan sama aroma semerbak chemical dari air disini ya gaes. Kalo gak mau berenang mungkin cukup duduk santai di rerumputan yang banyak ditemui di tempat ini. Memang tempat ini akan selalu ramai kapan pun kalian datang karena merupakan salah satu tempat rekreasi favorit masyarakat di kota ini. Kalo laper tinggal melipir ke jalan sebelahnya karena disana berbaris rapi berbagai macam kuliner dari berbagai negara dengan harga yang masih lumayan bisa diterima dikantung backpacker.

Wheel of Brisbane
Numpang eksis
Pantai Buatan di South Bank


3. Kangaroo Point 
Tempat ini paling bagus didatangi pas malam hari karena kita bisa menikmati kerlap-kerlip kota Brisbane di malam hari dengan view river yang menawan. Sebenarnya banyak hal yang bisa di lakukan di tempat ini salah satu yang paling digemari oleh para backpacker adalah rock climbing. Jika kalian tidak punya peralatan sendiri bisa tetap menikmati aktivitas menantang ini. Cukup membayar sekitar 50-60 AUD saja dan kalian bisa bergelantungan ria di tebing Kangaroo Point. Selain itu orang-orang biasanya kesini untuk running atau olah raga yang lain. Karena disepanjang daerah ini terdapat taman dan pathway untuk olahraga. Kalo mau barbecue-an ria juga bisa dilakukan karena tersedia barbecue area ditempat ini dan itu Free.

View dari Kangaroo Point

Kangaroo Point

4. Mount Coot-tha Lookout
Nah kalo mau lihat pemandangan kota Brisbane dari ketinggian disini tempatnya. Jaraknya yang tidak telrlau jauh dari City membuat tempat ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalo sudah ke Brisbane. Kalian bisa menikmati breakfast atau dinner dengan pemandangan menawan dari salah satu kafe yang tepat berada diarea sekitar Lookout ini. Selain itu tidak jauh dari tempat ini juga terdapat Botanical Garden tempat kalian bisa menikmati koleksi tanaman-tanaman cantik yang beragam. Saran saya sih sebaiknya datang menjelang sore hari jadi kalian bisa menikmati view pas daytime dan dapat view malam harinya juga.


Botanical Garden
Botanical Garden

View di siang hari

Tempat tertinggi di Mt. Coot-tha

View di malam hari
5. Mainly Harbour Village
Kalo Darwin punya Cullen Bay maka Brisbane punya Mainly Harboure yang tempatnya persis kayak Cullen Bay. Terdapat jejeran kapal yang menjadi view dari kafe-kafe yang ada disepanjang area harbour ini. Tempat ini sangat cocok didatangi untuk piknik atau sekedar jalan santai bersama keluarga. Tempat ini tidak sengaja saya temukan pas ada interview di salah satu kafe ditempat ini. Meskipun pada akhirnya nggak keterima tapi tetep bahagia karena bisa menemukan tempat menawan ini. Karena sesungguhnya tidak banyak pantai yan bisa dinikmati di Brisbane jadi tempat ini merupakan salah satu tempat favorit saya.


Mainly Beach

Harbour

Nah loh ini Cullen Bay atau Mainly Harbour?

6. Lone Pine Koala Sanctuary
Nah kalo tempat ini wajib didatangi oleh pecinta binatang terutama Koala. Karena gak semua tempat di Australia membolehkan kalian menyentuh apalagi berpelukan dengan makhluk Tuhan yang lucu ini. Sebenarnya saya belum pernah kesana tapi menurut info teman (baca:Erni) untuk masuk ketempat ini cukup membayar 36AUD untuk sekali masuk atau 58 AUD yearly kalo mau bolak-balik kesana kali aja gak ada yang bisa dipeluk jadi pelukkannya sama koala aja bolak-balik. Untuk bisa menuju ketempat ini juga cukup mudah karena bisa menggunakan publik transportasi seperti bus.

Doc Google




BETTER TO SEE SOMETHING ONCE THAN TO HEAR ABOUT IT A THOUSAND TIMES







Moving To Gold Coast

Gold Coast
Oke dari judulnya udah tahu kan kalo saya sudah tidak di Brisbane lagi. Yup that's true kalo mau tau alasannya kenapa boleh baca postingan saya sebelumnya (klik disini). Intinya setelah hampir 1 bulan luntung-lantang sangat jelas di Brisbane akhirnya saya memutuskan moving ke Gold Coast karena dapat kerjaan disini. Kelamaan gak kerja dan holiday terus bikin saving menipis juga cuy so kudu balik ngebabu lagi biar bisa tetap eksis di dunia per-whv-an. 

Jadi ceritanya kerjaan ini berkat info dari Shiera yang sudah  stay di GC. Dia duluan yang udah trial disana tapi mungkin gak cocok jadinya di offer ke saya. Nah loh lagi-lagi berkat networking kan, makanya salah satu hal yang penting di dunia persilatan whv adalah perbanyak networking. Dan yang namanya rejeki gak bakalan kemana, mungkin emang udah rejeki saya untuk dapat kerjaan ini jadi meskipun Shiera yang trial duluan tapi dia merasa kurang cocok dan akhirnya jatuhlah ketangan saya. Sama halnya dengan beberapa trial saya sebelumnya karena memang bukan rejeki saya jadi meskipun saya sudah berusaha memberikan yang terbaik tetap aja gak dapet.

Nah kerjaannya apa? Yep tetep masih di Housekeeping tapi kali ini kerjaannya gampang banget karena gak perlu se-perfect kayak di hotel plus paymentnya yang lumayan gede bahkan lebih gede dari gaji yang pernah saya dapat di Darwin. Kalo katanya yang punya resort sih karena saya sudah punya pengalaman sebelumnya jadi dia berani bayar segitu tapi mungkin juga karena saat itu dia butuh orang banget. Mau tahu berapa? PM aja biar saya bisikin yaa kagak enak ngukit-ngungkit gaji disini ntar dinyinyirin sama teman sesama WHV. Yang bikin happy lagi karena tiap abis kerja masih ada waktu buat main-main ke pantai atau sekedar explore GC thats working holiday!

Liburannya hampir tiap hari
Gold Coast

Beberapa minggu pertama saya memilih bolak-balik Brisbane - Gold Coast tiap hari karena resortnya belum terlalu sibuk jadinya saya gak dapat banyak jam. Setelah menghitung dengan rinci antara renting room di GC dan biaya train tiap hari, tetap jauh lebih murah kalo pp tiap hari secara saya masih nginap gratis di Brisbane. Tapi lama-lama jadi capek juga tiap hari ngabisin waktu dijalan hampir 4 jam. Jadi pas dapet kerjaan baru yang jam kerjanya lebih banyak akhirnya saya memutuskan untuk move ke GC. Selain itu kadang dapat tawaran kerja dadakan dari salah satu agen di Gold Coast jadi kudu ready tiap waktu di GC.

View dari Tempat Kerja
Selfie sama workmate dari Brazil

Tempat Kerja di Market

How does it feel to live on Gold Coast?
Well I can say GC is perfect place for holiday. Everyday feels like a holiday. If you love the sun, hot weather and beaches, GC will become your favorite place. Gara-gara ini makanya saya jadi tergoda ogah-ogahan kerja juga. Dan gara-gara ini pula kulit saya jadi tanning banget alias gosong. Hampir tiap hari selalu jokka (jalan-jalan) kesana kemari untuk melihat tempat baru. Karena GOld Coast punya bejibun pantai maka gak heran kalo kalian stay di city keman-mana bakalan liat local or tourist yang sibuk kesana kemari dengan telanjang dada menggandeng papan surfing mereka bahkan di hari kerja sekalipun. Uhuk perfect place buat cuci mata juga bagi yang haus bule-bule cakep.

Beach ada dimana-mana dan di tengah kota jadi gak perlu driving jauh-jauh buat nikmatin beach kayak di Indonesia. Konon katanya beach di GC tuh sepanjang 70km. Emang kalo coba liat di googlae map sih panjang banget.  Salah satu tempat paling favorit dan terkenal adalah Surfers Paradise. Kalo dikalangan backpacker tempat ini salah satu "must-see" place. Tapi buat saya pribadi Surfers Paradise biasa aja dan terlalu crowded. Pas kesini feelnya serasa lagi di Kuta bali karena pantainya penuh dengan manusia. Kalo bisa merekomendasikan beach saya memilih Burleigh Beach. Mau tahu gimana bagusnya?? Nantikan postingan selanjutnya ya.

Beach di Surfers Paradise

Surfers Paradise
Surfers Paradise

Burleigh Beach

Miami Beach
Nah kalo yang diatas sudah nyebutin yang manis-manis, sekarang saya paparin yang agak asem dikit. Pertama cost of living disini gede banget, terutama masalah rent house. Sempat shock pas nyari room tapi rata-rata diatas 150 AUD per week itu pun sudah mepet ke suburb nun jauh dimato. Gak heran sih untuk harga segitu karena memang GC merupakan tempat favorit para tourist jadi bakalan banyak orang yang nyari renthouse meskipun mehong. Dan alasan yang paling utama kenapa saya tidak akan memilih GC sebagai tempat tinggal saya dalam jangka waktu yang lama adalah karena terlalu banyak junkies (pemakai narkoba) dan orang-orang mabuk so bisa dibilang bikin saya merasa kurang safe meskipun belum pernah (jangan sampai) ngalamin hal buruk. Dan kalo nanyak ke orang Aussie sendiri mereka gak terlalu suka GC dan milih GC hanya sebagai persinggahan buat liburan pas weekend doang.

Gold Coast

Samping Rumah

Samping Rumah

View samping rumah

Gold Coast






DIFFICULT ROADS OFTEN LEAD TO BEAUTIFUL DESTINATIONS 


Jobless di Brisbane



Selfie setelah trial di sebuah Restaurant



Hey guys, I am back... 
Finally setelah sekian lama bisa nulis juga. Too many things happen in a month sampe gak tau mau nulis apa dan harus mulai dari mana saking bejibunnya kisah yang ingin saya dongengkan. Selain itu gak punya cukup waktu untuk duduk tenang depan laptop mikirin mau nulis apa maklum sebelumnya saya dalam tahap Pengacara (pengagguran banyak acara). Jobless-jobless gini tapi gak kalah sibuknya kayak waktu masih kerja di Darwin. LOL

So beberapa pertanyaan yang muncul ketika teman-teman membaca judul diatas kemungkinan akan seperti ini:

Kok bisa gak dapat kerjaan? 
Emang susah ya dapat kerjaan di Brisbane?
Jadi ngapain dong selama sebulan gak kerja?
Gimana bisa makan?
Dan masih banyak jenis pertanyaan lainnya. Oke guys sabar... sabar... ini hanyalah ujian :p

Jadi ceritanya selama di Brisbane saya banyak mendapat interview dan panggilan untuk trial but the problem is my visa. Kebanyakan para owner restaurant disini mau meng-hire backpacker yang masa berlaku visanya masih lama, bahkan mereka mempersyaratkan untuk bekerja minimal 6 bulan. Masalahnya adalah visa saya tinggal 3-4 bulan lagi dan saya harus hengkang kaki dari negeri kanguru ini. Ini alasan terbesar kenapa saya ditolak setengah mentah sama para employer. 

Salah satu tempat trial
Kedua karena Brisbane merupakan salah satu city favorite para backpacker dari seluruh penjuru dunia sehingga meskipun banyak kerjaan saingan juga banyak. Apalagi kalo lowongan kerja yang tidak membutuhkan skill dan English yang bagus seperti nge-DJ alias Kitchen Hand maka para backpacker bakalan mengerumuni lowongan itu. Saya ingat beberapa kali lihat di group Backpacker Brisbane postingan employer yang mencari 1 kitchen hand dan dalam beberapa jam saja ada ratusan orang yang mengomentari dan menginginkan kerjaan itu. Sebenarnya lowongan kerja yang cukup banyak di Brisbane adalah Bartender dan Barista sementara saya tidak punya pengalaman tersebut sama sekali nah loh salah sapa coba? Jadi saran buat kalian yang mau cepet dapat kerja ada baiknya memperlengkapi diri dengan skill ini.

Tempat Trial lainnya
Ketiga percaya atau nggak percaya katanya sih saya datang di waktu yang gak tepat karena pas Christmas jadi saingannya tambah banyak karena student lagi holiday jadi mereka bisa kerja sebanyak-banyaknya. Hukum rimba berlaku siapa kuat dialah pemenangnya. Kalo dibandingkan dengan student visa orang-orang disini lebih suka meng-hire student  karena student sudah pasti bakalan tinggal lebih lama daripada backpacker yang susah dipegang ekornya.

Sunny Bank (Doc: Google)

Yang terakhir ini agak nyakitin sih, jadi tempat paling mudah untuk dapat kerjaan di Brisbane adalah Sunny Bank asalllll kamu bisa bahasa Mandarin. Jadi saya ditolak hanya gegara kagak bisa bahasa Mandarin padahal itu nge-DJ loh yang kagak perlu nge-deal sama customer. Sebenarnya masuk akal sih karena Sunny Bank ini udah kayak kampung Cina aja. Kemana-mana kamu bakalan ketemu orang Cina bikin kamu serasa tinggal di negeri Cina yang jauh disana. (Sorry buat teman-teman yang Chinese jangan tersinggung ya ini bukan soal rasis tapi saya hanya memaparkan apa adanya).

Jadi kesimpulannya adalah apakah susah cari kerja? Jawabannya adalah kagak susah hanya tergantung SIKONDOM (situasi, kondisi dan domisili) dan again factor luck berlaku juga di kota ini. Beberapa teman yang datang sesudah saya (baca: Shierra dan Erny; hanya anak WHV yang tahu) mereka dapat kerjaan hanya dalam beberapa hari. Jadi buat kalian yang ada planning ke Brisbane jangan percaya sama isu-isu yang menyatakan bahwa tidak ada kerjaan di Brisbane.


Ok back to another question jadi saya ngapain dong selama hampir sebulan? Jawabannya so pasti bernafas, makan, tidur plus jalan-jalan cantik. Stress gak? Jawaban jujurnya pasti sempat stress secara saya pekerja keras eyakk. Tapi namanya hidup ya bakalan seperti itu ada up and downnya biar hidup lebih hidup. Jadi mungkin ini bagian "down"dari perjalanan saya selama di negeri Kanguru ini. Tapi beruntung karena otak saya sudah diprogram untuk melihat hal baik dari setiap situasi buruk so saya memutuskan untuk menikmati masa jobless saya dengan jalan-jalan cantik kesana kemari hampir setiap hari. 

Dan hari ini saya bisa melihat kembali ke belakang dan bersyukur pernah jobless sebulan jadi benar-benar menikmati yang namanya "holiday" sesuai visa saya Working Holiday. Bahkan setelah merenung (ceilehh) saya menyimpulkan bahwa masa paling bahagia saya selama WHV ini adalah setelah pindah ke Brisbane because I can live out loud and live my life to the fullest. Ada banyak tempat baru yang saya datangi dan ada banyak kenalan baru yang saya temui dengan bumbu-bumbu percintaan (halah... mimpi kali) dan ada banyak kejadian baru yang saya alami. Akhirnya saya mengerti maksud dari kalimat:

 "Happiness does not depend on How much we have, but on How well we live."



So... sampai kapan saya jobless??? Apa masa jobless saya sama lamanya kayak masa single saya?? Yukss baca postingan selanjutnya ya.... 
See ya...

CONTOH CV UNTUK CARI KERJA DI AUSTRALIA (WHV)

CV Merlin

Hi gaes berhubung banyak yang request minta contoh CV alias resume yang saya gunakan untuk dapat kerja di Australia so saya memutuskan membuat postingan ini. SO here we go...

Yeah memang CV adalah salah satu hal penting yang perlu teman-teman persiapkan sebelum terjun ke medan perang as a jobseeker in Australia. Karena lewat CV kalian "menjual" diri teman-teman semaksimal mungkin supaya employer mau mempekerjakan teman-teman. Selain itu ada puluhan orang yang menjadi saingan kalian saat mencari kerja so you should make sure that your CV is stand out.

Berbeda dengan CV Indonesia yang pada umumnya berbelit-belit dan panjang lebar, di Australia sebisa mungkin CV kalian hanya 1 lembar saja. Selain mempermudah buat employer saat mereka menyeleksi, juga bisa menolong kalian untuk berhemat. Yep, karena biaya printing di Australia tidak semurah di Indonesia. Per lembarnya kalian kudu merogoh kocek sekitar 20 cent atau 2000 rupiah. Dan kalian tidak mungkin hanya ngeprint 1 lembar tapi berlembar-lembar. Lagian nanti ujung-ujungnya CV kalian akan berakhir di tempat sampah kalo mereka gak butuh jadi buatlah sesingkat dan sepadat mungkin.

Beberapa hal penting yang harus kalian cantumkan di CV adalah sebagai berikut

  • Identitas Diri

Identitas diri disini jangan bayangin kayak CV di Indonesia yang perlu melampirkan jenis kelamin, tempat tanggal lahir, agama, ras dan lain sebagainya. Karena di Australia berlaku hukum "equal opportunity" singkatnya semua orang memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan mendapat pekerjaan tanpa melihat warna kulit atau agama. Jadi yang perlu kalian cantumkan di bagian ini hanya Nama, Nomor HP, Email dan Address. 

Jika menurut teman-teman nama kalian susah dilafalkan oleh bule ada baiknya menuliskan nama "alias" yang lebih familiar. Contohnya saya punya teman kerja di ESS nama aslinya Mawar tapi karena bule gak bisa melafalkan nama tersebut sehingga dia memakai nama alias Rosie (mepet ke kata Rose). Untuk nomor HP jangan cantumkan nomor Indonesia karena di Australia gak bakalan berlaku lagi sama halnya dengan address Indonesia. So setelah sampai di Australia segeralah beli sim card di sana untuk update nomor hape kalian di CV. 



  • Skills and Attribute

Pada bagian ini teman-teman kudu confident mempromosikan kelebihan yang teman-teman miliki. Kata-kata paling menjual di bagian ini adalah "hard worker, fast learner, able to work under pressure dan reliable". Kalo temen-temen punya skill lain taruh semuanya disini biar bisa bikin employer yakin kalo kamu calon tenaga kerja yang mereka butuhkan. Jangan pake malu-malu promosiin diri di bagian ini seperti kebiasaan kita orang Indonesia.


  • Pengalaman Kerja

Nah untuk penglaman kerja ini sebenarnya bule lebih suka kalo kalian sudah punya penglaman kerja di Australia. Tapi tenang jangan berkecil hati buat yang baru datang di Australia tetap tuliskan penglaman kerja di Indonesia yang relevan dengan kerjaan yang mau kalian lamar. Jangan nulis penglaman kerja (jabatan) yang terlalu tinggi ya karena ada beberapa teman yang malah gak dapat kerja gara-gara nulis asisten manager di sebuah perusahaan. Karena nantinya kalian bakalan ngelamar pekerjaan casual alias "ngebabu" jadi gak perlu nulis jabatan yang terlalu tinggi, tinggalkan saja itu di Indonesia. 

Buat kalian yang mau ngelamar di restaurant, coba tulis pengalaman kerja di restaurant di Indonesia. Kalo pun nggak ada mungkin teman-teman pernah bantu emak di warung cuci piring gak papa tulis aja kitchen hand di "warung emak". (Just kidding) Atau kalo pernah magang jadi kasir di supermarket kayak saya dulu mending cantumkan itu saja. Jika tidak ada pengalaman sama sekali ya sudah tuliskan saja penglaman kerja kalian pas di office setidaknya mereka tahu kalian bukan pemalas. 

  • Availability 
Kalo menurut saya bagian ini juga penting karena menjadi pertimbangan buat employer untuk menerima kalian atau nggak. Semakin besar availability kalian semakin besar kemungkinan employer bakalan merekrut kalian. Karena kebanyakan mereka mencari pekerja yang bisa bekerja setiap waktu termasuk weekend. 
  • Reference
Ini juga penting untuk kalian cantumkan karena kebanyakan employer bakalan minta beberapa reference. Kalo sudah pernah bekerja di Australia tulis saja mantan bos kalian, tapi kalo belum pernah bisa pakai reference orang di Indonesia juga yang pernah bekerja bersama kalian.



Nah kira-kira itu beberapa point penting yang harus kalian cantumkan di CV kalian. Semoga bisa bermanfaat dan mungkin kalo ada yang kurang jelas bisa langsung tulis di komen ya guys. Anyway kalian bisa googling contoh CV yang digunakan oleh WHV warriors lainnya sebagai referensi karena punya saya sangat simple.
Good Luck






Hati-Hati Scam dalam bentuk Free Trial





Oke ini sebenarnya bagian gak penting dari pengalaman saya selama di Darwin. Sebenarnya gak pengen cerita tapi kali aja bisa jadi pelajaran buat yang lain. Jadi ceritanya berawal dari keanggotaan saya di salah satu supermarket di Darwin yaitu Wolies. Suatu hari saya menerima sebuah pesan atas nama supermarket tersebut dengan isi kira-kira sebagai berikut:
“Confirmed: Merliana, you have obtained this Woolworths gift card as a thank you”
Sebenarnya sudah beberapa kali menerima sms ginian tapi gak pernah saya hiraukan sampai entah kenapa pada hari itu saya iseng klik link yang ada. Setelah klik sana-sini masuklah saya pada halaman web yang berisi beberapa produk free trial yang bisa saya pilih as a gift.

Setelah liat-liat saya lalu mengklik salah satu produk kesehatan untuk rambut “Keranique” dan memang disana tulisannya free hanya perlu membayar ongkir saja sekitar $3 dollaran. Dan ini free trial jadi pikir saya nanti kalo udah coba dan gak cocok tinggal bilang gak cocok aja dan gak mau pakai produk itu lagi dan beres. Sebenarnya sudah sedikit curiga sih tapi saya pikir mungkin no tipu-tipu kalo di luar negeri lagian kalo bohong pun $3 AUD tidak begitu besar jadi ikhlas aja kalo lenyap. Nah bodohnya saya karena waktu membayar ongkor itu saya memakai kartu atm saya yang sekaligus bisa digunakan untuk kartu kredit.

Singkat cerita barang pun datang dan ternyata ada SnK tersembunyi yang berlaku. Jadi kalo saya tidak mengkonfirmasi bahwa saya tidak mau memakai produk ini lagi, maka dengan otomatis mereka akan mengirimkan produk selanjutnya setiap bulan dengan cost hampir $100 perpaketnya. Waktu itu saya masih santai saja karena pikir saya setelah pakai 2 minggu bakalan langsung bilang gak cocok jadi gak mau dikirimin produk selanjutnya. Tapi tidak sampa seminggu saya sudah langsung menelfon ke CS-nya bilang kalo saya gak cocok sama produknya dan memang produk ini bikin rambut saya tambah kering. Setelah perdebatan yang cukup alot karena si CS gak mau customernya kabur, akhirnya dia mau memproses cancel produk saya dengan berbagai macam syarat seperti barang harus dikirim kembali selambat-lambatnya dalam 2 minggu. Kalo nggak maka mereka akan memotong biaya produk itu dari kartu saya. Setelah menerima email konfirmasi cancelation dan return instruction, saya langsung mengirim kembali barang mereka.

Nah karena sudah sibuk kerja saya sudah tidak menghiraukan lagi soal produk tersebut sampai suatu hari saya shock karena tiba-tiba dari rekening saya ada transaksi $59.90 atas nama Keranique. Saya langsung naik darah dong, orang saya sudah terima email konfirmasi kalo mereka gak bakalan mengenakan biaya apapun dari saya. Memang duitnya gak seberapa sih tapi kesel aja mereka main potong-potong sembarangan dan saya gak ikhlas uang saya diambil begitu saja. Lagian kalo tidak saya bereskan sekarang bisa saja mereka bakalan terus mengambil uang saya tiap bulannya.  Saya lalu mencoba menelpon CS-nya tapi persis seperti marketing pada umumnya kalo sudah kayak gini pasti gak bisa dihubungin.

Karena gak sabaran saya langsung menelpon ke Bank. Nah keajaiban terjadi pas nelpon NAB bank ini. Ceritanya saya sudah keringat dingin gak tau mau jelasin gimana secara English saya amburadul. Pas udah ngomong sama abang CS bank lalu mengkonfirmasi nama dan tanggal lahir saya. Abis nyebutin nama “Merliana Paulus Abung” tiba-tiba cowo diseberang telpon pakai bahwa Indonesia kira-kira seperti ini: “Ah maaf kalo boleh saya bantu pakai bahasa Indonesia aja”. Langsung shock dong saya, gimana ceritanya tiba-tiba si bule di seberang sana bisa bahasa Indonesiaan. Karena kepo saya langsung tanya dong kok bisa bahasa Indonesia? Kenapa bisa tahu saya orang Indonesia? Sebenarnya pengen tanya status dia juga apa, kali aja ada kesempatan buat saya jadi PR juga lol. Eh tau-taunya ternyata dia orang Indonesia tapi besar di Perth sodara-sodara. Si masnya pun bilang tahu saya oeang Indonesia dari nama saya yang pake “Paulus” (terima kasih papak sudah kasih nama itu ^_^).  Puji Tuhan ya, selalu gak ada yang kebetulan. Yeah you knowlah disetiap hal buruk yang terjadi pasti ada hal yang bisa disyukurin. Gak pernah abis pikir gimana bisa diantara ratusan CS bank kok kebenaran dapat orang Indonesia.

Singkat cerita setelah memaparkan semua permasalahan saya si masnya dengan sabar bantuin untuk mengurus dan memberikan solusi terbaik. Ah beruntungnya dapat CS orang Indonesia jadi bisa dibantuin sampe tuntas. Kartu saya bakalan diganti untuk memastikan Keranique gak bakalan nyolong duit saya lagi. Si masnya gak menjanjikan uang saya bakalan kembali tapi dia bilang dia bakalan bantu laporin si Keranique ini karena ternyata memang sudah ada banyak korban-korban sebelumnya yang ngelapor. Nah terbukti kan bukan saya doang yang oon, tapi ada banyak yang ketipu juga.

Setelah menutup telpon saya langsung menerima sms untuk mengirimkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Keranique telah mengambil duit saya tanpa seijin saya. Setelah meng-screeshoot email-email dari Keranique saya langsung meng-email ke CS bank. Gak kepikiran bahwa duit saya bakalan kembali yang penting mereka di block aja udah cukup. Eh tau-taunya beberapa minggu setelah ituduit saya di kembalikan gaes. Asikk I love my bank, I love NAB. Mereka fair enough untuk kasus saya.


Jadi begitulah kisah konyol saya, dan semoga gak kejadian sama kalian ya gaes. Semoga kalian lebih pintar dari saya untuk tidak jatuh pada jebakan-jebakan marketing jaman now. Jangan mudah tergiur sama yang free-free. 

Hari Pertama di Brisbane (Part-2)



Oke ini lanjutan dari part-1 (klik disini)

Keberuntungan kedua saya adalah karena Peter sudah makan asam garam jauh lebih banyak dari saya dan beliau berasal dari kota ini so tentu saja pemahaman beliau soal Brizzy dan segala seluk beluknya jauh lebih besar dari saya. Oleh karena itu beliau membantu saya merombak habis isi dari Resume saya. Dia menjelaskan alasan di balik semua hal yang harus saya tulis, seperti kenapa saya harus menuliskan sekolah sebelumnya, kenapa harus naruh foto dan lain sebagainya. Which is hal ini berhubungan dengan paradigma orang disni kalo melihat asal Negara saya adalah Indonesia (mau tau apa aja? Better PM langsung ya karena ini agak rasis jadi better gak nulis disini demi menjaga persatuan bangsa hahaha)

Keberuntungan ketiga saya adalah karena Peter pensiunan guru bahasa Inggris,  so he trying to help me improve my English and Ielts score. Jadi dia buat list kapan harus belajar English dan memberikan tempat-tempat dimana saya bisa belajar English Conversation. He trying me a lot to improve my English so I can get my Permanent Resident, but let’s see in the future what will happen.

Selesai dengan obrolan panjang, beliau lalu menyuruh saya bersiap-siap untuk menuju ke Garden City (ini Mall). Disini Peter bantu saya mengurus atm saya yang sempat diblokir gara-gara Scam Produk Gratisan (baca disini). Sehabis dari Bank kami lalu menuju ke Library wohooo tempat favorit saya!! Disini Peter bantu saya membuat member card jadi saya bisa meminjam buku dan memakai fasilitas yang ada di Library di seluruh Brisbane secara gratis. Member Card jadi kami pun meninggalkan Library dan kembali mengelilingi Garden City. Sepanjang jalan Peter menceritakan banyak pengalaman hidupnya dan kisahnya menolong orang-orang dari berbagai negeri ketika di Australia.

Brisbane
Beliau tipe orang yang suka membantu tanpa pamrih tapi sekali kamu gak mau mendengarkan nasihat beliau maka kamu bakalan di block dan di coret dari daftar orang yang pernah beliau kenal. Widih dalam hati kudu hati-hati juga nih jangan sampai di coret dari list friend beliau. Kita juga sempat ngobrol soal makan Indonesia yang berujung pada beliau ingin saya masak NASI GORENG. Yess nasi goreng. Buat yang jago masak sih kelihatannya mudah aja ya, but buat orang kayak saya yang gak jago masak it’s such a big deal. Mendadak keringat dingin dan mulai berpikiran negatif. Gimana kalo gak enak? Gimana kalo gagal? Gimana kalo Peter gak suka? Tapi apa hendak dikata sudah gak bisa mundur so saya mengiyakan dengan sok pede.

Setelah menghabiskan sepaket shushi di Garden City kami balik ke rumah sambil ngobrol banyak hal termasuk soal putrinya yang merupakan Presenter berita terkenal yang kaya raya (eh lagi nyari au pair loh tapi kudu bisa bahasa mandarin ya). I think because Peter already have all the things that he want, that’s  why He just trying to helping as much as he can to make his life insanely useful without hoping back. Sesampai dirumah babak mendebarkan dimulai yaitu cooking. Singkat cerita saya mulai memasak (sempat di bantu Charley motong bawang) setelah bolak balik mengoreksi rasa akhirnya nasi goreng itu saya hidangkan juga buat makan malam kami bersama. Daaaannn…. Tada setelah mereka makan ternyata mereka bilang enak sodara-sodara. Peter bahkan bolak-balik bilang “wow beautiful, wow nice” sampe nambah 3 kali. Bahkan beliau yang awalnya mau menyisakan buat Chinese Boy akhirnya batal karena beliau suka banget. Hahaha serasa jutaan beban terlepaskan sudah. Setidaknya host saya puas dengan masakan saya jadi fair enough-lah ya.

Brisbane
Dinner selesai, saya menyelesaikan beres-beres di dapur lalu kami masuk kekamar kami masing-masing. Berhubung kemarin malam saya tidur di pesawat which is uncomfortable at all, saya langsung tepar begitu menyentuh kasur. What a life, gak pernah terbayangkan bakalan mengalami banyak hal dalam perjalanan saya ini. Saya gak pernah tahu apa yang akan terjadi besok dan hari besok besoknya lagi. Bahkan tidak ada yang bisa menjamin kapan saya bakalan dapat kerja. Tapi saya gak mau memusingkan hal itu. What that I want to do just enjoying everyday and every moment. Karena saya tahu Tuhan yang menjamin kehidupan saya ditempat ini dan dimana saja. Amen sodara-sodara… upsss abaikan dan sampai jumpa di kisah selanjutnya.




It’s okay to be scared. Being scared means you are about to do something brave.

Hari Pertama di Brisbane (Part-1)



Yeay finally janji buat nulis kisah dari City/State lain kesampaian juga ya. Akhirnya hari ini tanggal 5 December 2017 saya menginjakkan kaki juga di kota kedua saya di Oz yaitu Brizzy alias Brisbane. I am too excited to write down my experiences on my first day here, sampe gak tau harus mulai dari mana. Terlalu banyak kebaikan dan keajaiban yang saya alami. Semoga nanti nulis kisahnya gak kepanjangan ya.

Before I move to this place, lots of my friend in Darwin saying “don’t move”. Saya tahu mereka bermaksud baik biar saya tetap bekerja ditempat yang bagus dengan gaji bagus juga, secara saya sudah kerja di ESS tempat idaman para WHV warriors. Tapi apa hendak dikata keinginan hati sudah bulat. Memang saya datang ke OZ salah satu tujuannya untuk berburu dollar, tapi bukan hanya itu saja tapi enjoying my life as well. Bukan berarti saya tidak menikmati kehidupan saya di Darwin, justru karena menurut saya Darwin sudah jadi comfort zone dan saya kudu keluar dari sana untuk bisa terus berkembang (ceilehh). Karena Australia bukan hanya Darwin saja. Dan kembali lagi dari tujuan masing-masing orang datang kesini. Saya pribadi ke OZ not only for money but looking for experiences. Memang kalo pengen duit GEDE mungkin Darwin adalah tempat paling pas, so buat kalian yang masih persiapan kesini make sure what you want, otherwise you will confusing and end up with nothing.


Oke forget about that sekarang lanjut ke beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke saya sebelum dan sesudah saya sampai di Brizzy. Pertama apa saya punya kenalan disini? Jawabanya adalah “Nope”. Yep I don’t know anybody here, just like at the first time I came to Darwin. Tapi kali ini lebih horror lagi karena bener-bener gak tau apa-apa soal Brizzy. Kalo Darwin dulu kan udah sempat joint group jadi ngerti dikit-dikit soal life in Darwin. Tapi kalo Brizzy ini bener-bener nol putul alias zero. Sempat kontak 1 orang yang tahu lewat WA doang tapi kurang menanggapi so I count her nothing as well (pardon me). But you know hidup backpacker ya gitu, you never know apa yang bakalan terjadi, dan gak selalu menemukan teman seperjalanan, all you need just to be brave and enjoy the beauty of life lewat something yang “gak pasti” itu sendiri.


Farewell with La Beach squad 


Kedua apa saya sudah ada kerjaan? Jawabannya lagi-lagi “Nope”. Yeah I trying applying some work while I am still in Darwin but until the day I am arrived here I get nothing. Am I worry? Of course sometimes I worry saya manusia biasa kali. Meskipun tujuan kesini bukan semata-mata dollar, tapi saya tetap butuh 1 kerjaan setidaknya untuk biaya hidup disini. But I am typical orang yang berusaha berpikiran positif, so I trying to convince myself that as long as I tryingg harder and never give up I will get the job at the end. Tidak peduli orang mau bilang kerjaan sepi kek, gaji kecil kek atau apa kek pokoknya kerja.
Farewell with ESS Crew

Farewell with ESS Crew

Ketiga apa sudah dapat tempat tinggal? Dan lagi-lagi-lagi jawabannya “Nope”. Yeah I don’t get rent house. But kabar baiknya adalah karena saya smart jadi saya coba untuk pasang iklan di couchsurfing (googling kalo gak tau itu apa). Setelah dapat tawaran dari beberapa orang dan setelah sorting dengan pertimbangan matang-matang, saya menjatuhkan pilihan pada seorang pria lansia bernama Peter Kubainski. And I never regret to choose him as my host here in Brizzy. Benar seperti referensi para couchsurfer yang pernah menginap di tempat beliau “he knows a lot about everything and he will not hestitate you as much as he can”.

Here we go, I will tell you a long story about him. Sebelum saya flying ke Brizzy beliau sudah sibuk memberikan petunjuk cara termurah menuju ke rumahnya dari airport yep hanya dengan modal $5 dollar. Which is waktu masih di Darwin teman-teman pada bilang kalo dari airport menuju kota tuh biayanya mahal setidaknya $40. Yes it is, kalo kita pake train, secara train mahal disini. Tapi berhubung saya pakai bus so cukup dengan modal $5 dollar sajo. Nah dramanya di mulai pas mau beli “go card” yeah karena disini kudu pake kartu kalo naik transportasi umum. Karena tempat beli kartu yang di dalam bandara masih tutup waktu itu jadi saya kudu nyari kesana-kemari tempat lain untuk beli kartu. Beruntung saya nanyak ke officer cantik di bandara yang baik hati nunjukin tempatnya.
Welcome to Brisbane
Go Card
Setelah membeli kartu cukup dengan $50 karena $40 untuk top up dan $10 untuk deposit, saya balik ke depan halaman airport lagi karena saya tidak menggunakan train tapi pakai bus. So dari bandara naik free shuttle bus ke Sky Gate, lalu naik bus ke Garden City dari Garden City pindah bus menuju alamat rumah yang saya tuju. Pas sampe di bus stop terakhir sempat clingak-clinguk nyari jalan menuju rumah beliau karena di sms beliau harusnya hanya jalan 1 menit tapi pas liat di GPS kudu jalan 8 menit. Ini hapeku yang jadul atau jalannya yang tambah panjang? Karena gak ada pilihan akhirnya saya mengikuti petunjuk GPS dan… eng ing eng akhirnya saya sampai dirumah beliau. Pas sampe ada 2 pria gentleman yang ternyata udah tinggal ditempat ini. Merekalah yang bantu saya ngangkat koper saya yang seberat gajah ke atas lantai 2 rumah. Setelah kenalan akhirnya saya tahu mereka berdua adalah student yang satu asli Chinese (Henry) dan yang satu asli Aussie (Charley).
Kamar baru
To cut long story short saya ditunjukkan Peter kamar yang bakalan saya tempati selama beberapa hari kedepan which is privat room alias saya doang yang tinggal di kamar itu. Selesai berberes-beres saya langsung di panggil Peter ke lantai 1 menuju tempat kerjanya. Setelah wawancara singkat, beliau lalu menuliskan disecarik kertas “to do list” hari ini. Beliau sempat menginterogasi juga apa saya mau lanjut sekolah atau nggak, ternyata tujuannya adalah Permanent Resident (PR). Wohh kalo ditanya ini mah pasti jawaban saya iya tapi gak mau sekolah lama lagi hahaha. Nah inilah keberuntungan saya karena Peter belajar soal hukum imigrasi jadi dia tahu tips-tips biar bisa jadi PR dengan cara yang lebih mudah tapi tetap jalur legal. But soal itu kita bicarakan nanti saja, pokoknya saya ketemu orang yang tepat untuk berkonsultasi mengenai kelanjutan masa depan saya di negeri ini.

Kepanjangan gaes, jadi saya sambung di page selanjutnya ya "klik disini"



It’s okay to be scared. Being scared means you are about to do something brave.

Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

footer logo