Showing posts with label Uncategorized. Show all posts
Showing posts with label Uncategorized. Show all posts

Manfaat Bolang Solo ( Bolang Solo Siapa Takut?!)

Sebenarnya gak ada niat untuk nulis hari ini.
Tapi kata-kata di bawah ini terngiang terus di pikiranku sepanjang jalan setelah jalan-jalan solo hari ini. Daripada kepala berat sebelah karena dipenuhi oleh kata-kata ini, so mending saya muntahkan lewat tulisan, setidaknya bisa meringankan otak biar tetap stabil dan gak geser.

Hari ini asli gak ada planning trip, bahkan trip tipis-tipis sekalipun. Tapi lagi asik jalan-jalan di JMP (edisi nganter teman baru dari BPIS call her "nansy" dan "mey") ada bbm yang masuk. Setelah baca bbm iseng-iseng buka recent update ehh ada Depe temen (call him Adit - LKBS) yang menarik semacam taman-taman di luar negeri. So, tanpa ba-bi-bu tangan saya mulai menari di atas layar hape mengetik kata "dmn itu mas?". Dengan cepat dijawab kalo itu letaknya di Surabaya.

Setelah tanya macem-macem sampai ancer-ancer ke tempat itu akhirnya saya putuskan untuk segera kesana. Karena dadakan dan gak ada teman yang bisa diajak, jadilah ini bolang solo pertama saya. Ini sebenarnya bukan bolang sih, hanya trip solo tipis-tipis aja tapi setelah mencoba melakoninya saya sampai pada kesimpulan bahwa bolang solo itu menyenangkan dan memberikan banyak manfaat. Jadi ketagihan nih, semoga kedepannya akan ada banyak cerita soal bolang solo yaa...

Berikut beberapa list manfaat dari bolang solo yang saya pelajari hari ini (besok-besok mungkin akan bertambah kalo sudah bisa bolang solo lebih jauh)

1. Saat bolang solo ketempat yang belum pernah didatangi, kamu akan menemukan dan mulai menghapal jalan-jalan baru yang selama ini tak pernah kamu lalui. Seperti hari ini, saya bahkan menemukan hampir 10 jalan. Mungkin karena beberapa kali nyasar kali yaa. Tapi bukankah nyasar adalah bagian dari rencana? Hahahaa

2. Bolang solo memaksamu keluar dari zona nyaman. Salah satunya yaitu untuk mengajak orang yang mungkin baru kamu kenal mengobrol duluan karena butuh bantuan misal: tanya jalan, minta di fotoin atau butuh bantuan yang lain. Jika kamu termasuk orang introvert kamu akan paham betapa sulitnya mengajak orang lain (baru kenal) memulai percakapan. Tapi karena kepepet, maka tak ada pilihan lain selain membangkitkan kepercayaan diri dan memberanikan diri untuk memulai percakapan. Tapi jangan salah mungkin saat itu kita memulai percakapan hanya karena nyasar atau tanya jalan,  tapi jika cukup beruntung percakapan bisa lanjut hingga membentuk persahabatan, dan tak menutup kemungkinan bisa jadi teman traveling selanjutnya. 

3. Kamu mungkin akan meleleh terharu karena menemukan ada begitu banyak orang baik yang tak segan-segan menolongmu ketika kamu tersesat atau butuh bantuan. Mulai dari anak SMA, tukang parkir sampai penjual mie ayam dengan ramah selalu menjawab pertanyaanku saat nyasar. Bahkan seorang bapak yang sudah cukup berumur, tak segan-segan beralih dari rutenya demi menunjukkanku jalan yang benar.  Uhhh rasanya pengen meluk bapak itu sambil bilang terima kasih banyakk banget karena sudah jadi "hero" ku hari ini. Atau mungkin hanya aku aja kali ya yang gampang terharu melihat kebaikan orang-orang sepanjang perjalananku. What everlah...

4. Kamu mungkin bisa mengobati atau sekedar mengurangi penyakit narsismu, yang selalu ingin di foto dengan kata "lagi" setelah jepretan pertama. Gimana enggak? Liat aja aku hari ini, karena dadakan gak bawa perlengkapan sama sekali bahkan tongsis yang bisa jadi pelipur narsis pun tak ada.  Akhirnya dengan senang hati saya hanya mengabadikan pemandangan disekitar tanpa ada objek "merlin" di dalamnya. Tapi emang dasar senang mejeng di kamera jadi gak afdol kalo belum ada foto diri sendiri, so dengan sedikit menahan malu saya minta tolong di fotoin oleh salah satu pengunjung disana tapi kali ini tanpa kata "lagi", cukup sekali aja. Hahaha

5. Setelah mengalami yang namanya susah ngambil foto diri sendiri akhirnya saya menyadari betapa pentingnya Tongsis. Mungkin untuk orang-orang yang gak suka di foto tongsis gak penting seh. Hahaha tapi bagi saya ituu jadi penting banget. 

6. Kamu akan tahu seberapa berani kamu, karena hanya orang-orang yang berani yang bisa memulai melakukan bolang solo. Kamu akan tahu seberapa kemampuanmu menghadapi kesulitan karena tak ada yang bisa kamu andalkan. 

7. Kamu akan tahu arti dari sebuah kesendirian, kamu akhirnya menyadari bahwa sesekali dirimu butuh waktu untuk menyendiri. Hanya ada kamu seorang yang akan berdiskusi dengan diri sendiri. Menyendiri membawamu fokus pada diri sendiri atau istilah kerennya "me time". Kalo katanya mantan dosenku dulu Ibu Naftalia Kusumawardhani, menyendiri itu adalah waktu untuk bertemu dengan diri sendiri.
“Itu saat memperhatikan diri sendiri dan semacam nge-charge supaya baterai di dalam diri penuh kembali dan siap beraktivitas dengan bersemangat.
Yuhuu I have tried that, semoga besok senin bisa menemukan dan mencetuskan insight2 baru di kantor.

PS: gambar menyusul

Sejuta Pesona Cangar



Sudah pernah dengar Cangar? Kalo belum berarti kita sama, sebelumnya saya juga gak tau Cangar itu makanan jenis apa. Hingga suatu hari seorang pangeran upsss seorang teman mengajak saya T3 (trip tipis-tipis) kesana. At first, bayangan saya paling tempatnya biasa aja, karena gak terkenal seperti tempat wisata yang lain, namun ternyata dugaan saya salah. Karena tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal.

Perjalanan dari Surabaya menuju Cangar hanya butuh waktu sekitar 2 jam saja, sesampai di daerah sana ternyata ada begitu banyak tempat wisata. Mulai dari permandian air panas sampai air terjun yang lumayan banyak. Air terjun yang terkenal yaitu Coban Talun dan Coban Rais. Saya juga jadi heran kenapa tak terekspose seperti tempat wisata lain, atau mungkin karena sudah terkenal dari dulu sehingga tidak terlalu menarik seperti tempat-tempat wisata yang baru ditemukan akhir-akhir ini.



Cangar sendiri berasal dari nama sebuah dusun di Desa Tulungrejo, Batu, Jawa Timur. Disana terdapat permandian air panas yang kemudian terkenal dengan sebutan Permandian Air Panas Cangar. Air panas ini bersumber dari Gunung Welirang yang menghasilkan belerang sehingga di percaya memiliki khasiat-khasiat tertentu. Di dekat area permandian ini juga terdapat goa buatan yang merupakan peninggalan Jepang yang bisa di jelajah.


Foto ini nyomot dari Google, karena saya gak masuk ke dalam

Jalan menuju dan sepanjang Cangar cukup berkelok-kelok dan terdapat beberapa tanjakan tajam, sehingga setiap pengendara perlu ekstra hati-hati. Yang membuat tempat ini istimewa adalah pemandangan sepanjang perjalanan yang begitu menyegarkan mata. Di kiri dan kanan jalan mata kita di suguhi dengan perkebunan penduduk di sana yang tertata begitu rapi. Sejauh mata memandang hanya ada hijau yang menyegarkan. Dusun Cangar ini memang terkenal sebagai penghasil sayur-sayuran dan buah apel.


Bukan hanya perkebunan, bahkan di tempat ini kita dapat melihat gagahnya puncak Gunung Welirang yang masih mengeluarkan asap putihnya. Selain Welirang kita juga bisa melihat puncak gunung yang lain seperti panderman, penanggungan dan arjuno. Karena ini dataran tinggi, jadi tempat ini cukup dingin, bahkan di siang hari sekalipun.



Jika ketempat ini jangan lupa menikmati makanan khas disana yaitu Tape Ketan. Saya pribadi tidak begitu menyukai tape, tapi sekedar nyicip bolehlah. Konon katanya Tape Ketan ini merupakan resep yang sudah turun-temuran berpuluh-puluh tahun lamanya. Tempat ini memang tidak terlalu booming tapi layak untuk di datangi sekedar menikmati indahnya perkampungan dan perkebunan yang masih tradisional. Jika butuh udara segar, datanglah ke tempat ini.


QUOTES:
BELAJAR MENIKMATI HARI-HARI DENGAN KEBAHAGIAAN SEDERHANA

TIDAK PERLU MENUNGGU HAL-HAL SPEKTAKULER BARU BAHAGIA

EKSPLORE JOGJA :New Friends, New Adventure



Spot Mainstream di Jogja

Kali ini saya share pengalaman saya meninggalkan jejak di luar Jatim, yah di kota pelajar Yogyakarta. Honestly, gak pernah terpikirkan untuk bisa sampai mengeksplore tempat ini “seorang diri”. Semuanya bermula dari pertemuan saya dengan seorang teman baru call him Daniel,  disebuah trip (baca: Eksplore Gresik: bukit jamur dan bukti kapur). Mungkin bagi kebanyakan orang hanya kebetulan saya bertemu “beliau”, but saya orang yang paling percaya bahwa “gak ada yang kebetulan di dunia ini, semua sudah diatur sedemikian apik oleh Sang Pencipta”.

Selesai trip Gresik, kami janji ketemuan untuk tukar foto, dan disanalah tercetus ide untuk jalan-jalan ke Jogja. Yah, setelah ngobrol cukup panjang terkuaklah bahwa dia anak asli Jogja, dan seperti biasa saya selalu mengeluarkan kalimat ajaib saya “kapan-kapan ajak donk ke kotamu”. Dan ternyata kebenaran saat itu dia ada planning untuk pulkam karena bertepatan dengan acara Artjog dan sebuah pertunjukan seni di Padepokan Bagong. Jadilah saya ditawari untuk ikut ke kampungnya, tanpa pikir panjang saya meng-iyakan.



Eitss, jangan berpikir negatif dulu bro, saya bukan tipe orang yang asal aja menerima tawaran orang. “Tanpa pikir panjang” dalam kamus saya itu maksudnya sudah melewati masa observasi dan penilaian karakter orang yang saya hadapi. Thank God ada gunanya juga saya belajar Psikologi jadi bisa menilai sikit-sikit karakter orang secara cepat. I know, Daniel orang yang bisa dijadikan teman, dia friendly, ramahnya pake over dosisi dikit sih, apa adanya dan tak ada tampang penipu dari wajahnya.

Dari story singkat mengenai kehidupan dia saya tahu dia jujur dan dibesarkan dalam keluarga baik-baik so, gak mungkin berbuat jahat. Ditambah lagi dengan observasi dari sudut pandang psikolgi, saya tahuapa yang dia sampaikan secara verbal, didukung oleh non-verbalnya (halahh ini ngomong apa sih), ya intinya saat kita ngobrol saya mempelajari bahasa non-verbalnya melalu gerak-geriknya untuk tahu apa yang diceritakan adalah kebenaran atau kebohongan. Setelah yakin, dia gak bakal menculik saya, maka keluarlah kata “Iya” untuk eksplore Jogja.

Setelah excited karena bakalan ke Jogja, tiba-tiba berubah jadi gunda gulana karena ternyata kami harus berangkat Jumat malam. Yah, bermasalah di cuti lagi deh.Beruntung saya punya bos yang benar-benar pengertian dan baik hati, jadi saat ijin cuti sehari saya diperbolehkan dengan senang hati. Entah senang memberi cuti karena bosan lihat saya setiap hari di kantoratau memang karena iba melihat wajah memelas saya. What everlah, yang penting dapat cuti dan bisa get lost di kota orang.

H-2 sebelum keberangkatan, tiba-tiba pak bos gak masuk kantor karena sakit dan harus check-up ke dokter, dicurigai mengidap penyakit DB atau tipes. OMG, ini sepertinya bad news, kalo pak bos sampai gak bisa masuk, maka liburan yang sudah di planning jauh-jauh hari alamat bakalan batal.Mana sudah beli tiket Kereta Api pula. Beruntung semesta mendukung kali ini sehingga Pak Bos batal sakit dan bisa masuk keesokan harinya.

Jadilah pada hari H, jumat 12 juni 2015 sepulang kerja saya packing lalu berdua Daniel segera menuju ke Stasiun Gubeng. Setelah menunggu beberapa menit Kereta Api datang dan segera membawa kami meninggalkan kota Pahlawan menuju Kota Pelajar. Jam 12 lebih sedikit kami tiba di Stasiun Yogyakarta. Wew, tiba di tempat ini dalam hati hanya bisa bilang “Thank God, I am here”. Ya saya benar-benar ada di tempat ini sekarang dan siap untuk memulai petualangan.

Pesan Sponsor:
Every new friends is a new adventure, the start of more memories.

(12 - 14 JUNI 2015)

Kaka : "I belong to Jesus"



Lahir di Brasilia tahun 1982 dengan nama Ricardo Izecson dos Santos Leite, Kaka lahir dari sebuah keluarga penginjil yang kaya raya. Namun hal itu tidak membuat ia menjadi sombong dengan mengandalkan kekayaan keluarganya, ataupun mengikuti jalan hidup keluarganya dengan menjadi penginjil. Kaka punya jalannya sendiri dan caranya sendiri.

Sejak kecil ia sangat menyukai sepakbola, bahkan dalam usia remaja ia menjadi pemain yang cukup terkenal di daerahnya dengan bermain sebagai pemain cadangan di klub San Paulo. Namun pada usia 18 tahun sebuah bencana terjadi, ia mengalami Cidera punggung yang serius saat sedang berenang. Dokter mengatakan ia tidak bisa bermain sepakbola lagi, bahkan kemungkinan besar akan lumpuh akbibat cidera
itu. Tidak ada tindakan operasi atau terapi yang bisa menyelamatkannya.

Hidup Kaka hancur berantakan saat itu, kecintaannya pada sepakbola demikian besar, kini semua harus berakhir, bahkan sisa hidupnya harus diisi dengan menjalani kelumpuhannya.

Namun Kaka tahu kemana ia harus minta tolong saat dokter sudah angkat tangan. Kaka bergumul dengan Tuhan, tak putus-putusnya ia berdoa memohon kesembuhannya. Ia bernazar pada Tuhan, bila ia sembuh dan dapat bermain sepakbola lagi, ia akan mempersembahkan seluruh prestasinya itu pada Tuhan Yesus.

Dan keajaibanpun terjadi, setahun setelah kecelakaannya itu tepatnya tahun 2001, Tuhan menyembuhkannya, ia sembuh total dari sakitnya. Bahkan ia dapat merumput bermain sepakbola lagi. Tuhan juga memberikan hadiah bonus, ia tidak lagi menjadi pemain cadangan melainkan menjadi pemain utama dan andalan dalam klubnya.

Tuhan membuat permainan Kaka menjadi begitu hebat sehingga manager tim nasional Brazil terpikat akan permainannya, dan memanggil Kaka untuk mengenakan baju kebesaran tim Brazil , emas dan hijau, dipercaya untuk bertarung di piala dunia 2002.

Dari sekian banyak bakat baru bersinar di Brazil , ia hanyalah seorang pemain muda yang belum setahun membela klubnya, namun sudah dipanggil masuk tim nasional. Bagi Kaka itu adalah keajaiban dan anugerah yang besar baginya.

Walaupun dia hanya jadi pemain cadangan dan duduk dipinggir lapangan menonton pertandingan para seniornya di Piala Dunia, namun Kaka sudah sangat senang dapat ikut serta dalam kompetisi sebesar Piala Dunia. Kaka tidak menyadari Tuhan sedang menyediakan keajaiban lainnya bagi dia.

Beberapa pertandingan berjalan begitu keras bagi Brazil , sehingga beberapa pemain bintang harus disimpan karena cidera. Datanglah kesempatan bagi Kaka untuk turun membela timnya. Di bawah pembelaannya Brazil pun menang, peristiwa legendaris yang menggemparkan dunia itupun terjadi, Kaka mengangkat seragamnya dan di baliknya ada sebuah tulisan yang menggegerkan, kaos putih itu bertuliskan "I Love Jesus".

Itu terus dilakukannya setiap kali teman-temannya merayakan gol. Dan akhirnya Brazil pun memenangkan Piala Dunia 2002, setelah menaklukan Jerman di final dengan skor 2-0. Dalam parade kemenangan di negaranya sendiri, kaos kesayangan yang bertuliskan 'I love Jesus' itu tidak pernah dilepasnya. Hal itu menginspirasi banyak pemain Brazil (bahkan pemain negara lain) melakukan hal yang sama.

Saat diwawancara oleh stasiun TV dan ditanya mengapa ia melakukan hal itu, ia berkata, "Saya ingin memperlihatkan dengan hidup dan kerja saya, apa yang telah Tuhan lakukan bagi saya, supaya orang lain dapat melihat apa yang Tuhan bisa lakukan dalam kehidupan mereka."

Permainannya yang cantik di Piala Dunia tidak luput dari perhatian sebuah klub raksasa di Italia, AC Milan. Tidak lama kemudian mereka meminta Kaka masuk dalam timnya sebagai pemain utama. Kaka pun pindah bergabung dengan AC Milan, masuk dalam liga Italia yang keras dan penuh bintang. Namun dalam musim pertamanya di Liga Italia seri A, ia langsung menyumbangkan gelar juara scudetto bagi AC Milan.

Dalam waktu singkat Kaka menjadi bintang dan pujaan banyak orang khususnya wanita, kegantengannya yang seperti seorang bintang film membuat ia selalu dikejar-kejar fans wanita, di manapun ia berada akan selalu ada jeritan gadis-gadis muda yang mengaguminya.

Namun cinta dan kesetiannya hanya pada Caroline Celico, kekasihnya yang jauh di Brazil. Walaupun kehidupan pemain sepakbola selalu dikeliling wanita-wanita cantik super model, atau pesta-pesta kemenangan, Kaka selalu menghindari semuanya itu. Ia bahkan tidak mau membawa Caroline tinggal dengannya di Italia sebelum pernikahan, seperti yang dilakukan para pemain bola di liga-liga besar.

Tahun 2005, Kaka meminang Caroline, dalam sebuah upacara perkawinan yang sangat sederhana, sangat berbeda dengan pernikahan selebritis lain yang super mewah. Dalam jumpa pers ia menyatakan bahwa ia masih perjaka dan Caroline masih perawan.

"Itu adalah periode yang penting, sebuah ujian untuk cinta kami berdua. Saya seorang pria normal dan pasti tergoda untuk melakukan hubungan sebelum pernikahan, tapi saya bisa melewatinya. Malam pertama kami juga ditandai darah keperawanan, sebagai tanda cinta suci kami."

Walaupun sebuah isu pindah agama sempat menerpanya di akhir tahun 2006, namun Kaka membuktikan pada mata dunia, bahwa ia adalah murid Kristus sejati dalam final liga Champion Mei 2007. Menjadi pahlawan kemenangan melawan Liverpool, Kaka langsung merayakan golnya dengan membuka kaosnya dan menunjukan tulisan "I belong to Jesus" kemudian berlutut berdoa bersyukur di tengah lapangan. Teman-temannya yang lain turut merayakannya, tapi mereka mengerti dan tidak mengganggu Kaka yang sedang berdoa. Peristiwa ini ditonton jutaan pemirsa yang menyaksikan final Liga Champion 2007.

Bagi Kaka beserta seluruh pemain dan pendukung AC Milan, kemenangan ini merupakan mujizat. Tidak ada yang menyangka AC Milan akan menang, di tengah
kepungan 3 raksasa Inggris yang diunggulkan yaitu Manchester United, Chelsea dan Liverpool .
Kaka menjadi Top Scorer dalam Liga Champion, pertarungan liga paling bergengsi dan tertinggi di seluruh dunia. Membuatnya dinobatkan sebagai raja oleh para media Italia, dan pantas dinobatkan sebagai pemain terbaik di dunia. Klub-klub kaya seperti Real Madrid diberitakan telah mengajukan penawaran sebesar 100 juta euro (1 trilyun rupiah lebih) jauh memecahkan rekor pemain termahal saat ini.

Do you belong to Jesus???


Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

footer logo